Pencarian

49 Pekebun Sawit di Sumsel Ikut Pelatihan ISPO, BPDP-Ditjenbun Targetkan Sertifikasi Berkelanjutan

Jumat, 17 Juli 2026 • 14:44:31 WIB
49 Pekebun Sawit di Sumsel Ikut Pelatihan ISPO, BPDP-Ditjenbun Targetkan Sertifikasi Berkelanjutan
pekebun sawit dari Musi Banyuasin dan Muara Enim mengikuti pelatihan ISPO di Palembang pada 13-18 Juli 2026.

PALEMBANG — Sertifikasi ISPO tidak lagi sekadar pilihan bagi pekebun sawit rakyat. Di Sumatera Selatan, 49 pekebun dari dua kabupaten baru saja menjalani pelatihan intensif selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Juli 2026, di salah satu hotel di Palembang.

Mereka terdiri dari 24 pekebun asal Kabupaten Musi Banyuasin dan 25 pekebun dari Kabupaten Muara Enim. Pelatihan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDMP) yang dikelola BPDP.

Apa Saja yang Dipelajari Pekebun?

Selama pelatihan, peserta dibekali pemahaman tentang prinsip, kriteria, dan indikator ISPO. Materi mencakup praktik budidaya yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, pengelolaan lingkungan, hingga aspek sosial di sekitar kebun.

Pembukaan acara dihadiri perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perkebunan Musi Banyuasin Bustanul Arifin, serta Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Muara Enim Muslim Budiman. Perwakilan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Mula Putera, ST., M.Sc., mengikuti kegiatan secara daring.

Mengapa Sertifikasi Ini Penting bagi Pekebun Rakyat?

Penerapan standar ISPO dinilai mampu mendorong praktik budidaya yang lebih tertib dan efisien. Bagi pekebun rakyat, sertifikasi ini membuka peluang peningkatan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing produk sawit Indonesia di pasar global.

Pelatihan ini juga dirancang untuk membangun kesadaran bahwa standar keberlanjutan bukan sekadar persyaratan administratif. Penerapan ISPO diyakini memberikan nilai tambah langsung bagi usaha pekebun dan mendukung kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.

Target: Tata Kelola Kebun yang Produktif dan Ramah Lingkungan

BPDP bersama Ditjenbun menargetkan agar para pekebun yang telah dilatih mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing. Harapannya, tata kelola perkebunan sawit rakyat di Sumsel semakin produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan sertifikasi ISPO, produk sawit Indonesia diharapkan lebih mudah diterima di pasar internasional yang semakin ketat dalam mensyaratkan aspek keberlanjutan.

Bagikan
Sumber: sawitindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks