SUMATERA SELATAN — Laga puncak di Stadion Lusail, Qatar, berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Spanyol mendominasi penguasaan bola dan menekan pertahanan Argentina, namun Emiliano Martinez tampil gemilang di bawah mistar. Tim asuhan Lionel Scaloni nyaris tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan reguler.
Dominasi Spanyol, Kegagalan Konversi Peluang
La Roja melepaskan delapan tembakan tepat sasaran hingga menit ke-85, tetapi semuanya mampu dimentahkan oleh kiper Aston Villa tersebut. Peluang terbaik datang dari sundulan Ferran Torres (67') dan tendangan bebas Lamine Yamal di masa injury time, namun Martinez selalu sigap mengamankan bola.
Argentina justru kesulitan mengembangkan permainan. Satu-satunya ancaman serius datang dari skema serangan balik cepat yang gagal diselesaikan dengan baik. Lionel Messi nyaris tidak mendapat suplai bola yang memadai dari lini tengah.
Paredes Jadi Biang Kerok, Enzo Akhiri Petaka
Ketegangan mulai memuncak di menit ke-52 saat Leandro Paredes melakukan pelanggaran keras terhadap Rodri. Pemain pengganti yang masuk di babak kedua itu hanya dihadiahi kartu kuning, namun insiden tersebut memicu keributan kecil antara kedua kubu.
Petaka bagi Argentina datang di menit ke-90+3. Enzo Fernandez, yang sudah mengantongi satu kartu kuning, melanggar Pau Cubarsi dalam duel perebutan bola di tengah lapangan. Wasit langsung mengeluarkan kartu kuning kedua dan menghukum Argentina bermain dengan 10 orang hingga akhir laga.
Rotasi Pelatih Tak Berbuah Gol
Lionel Scaloni melakukan tiga pergantian pemain di babak kedua untuk mencari solusi ofensif. Nicolas Otamendi menggantikan Lisandro Martinez yang cedera di akhir babak pertama, sementara Leandro Paredes dan Giuliano Simeone masuk untuk menambah daya gedor.
Di kubu Spanyol, Luis de la Fuente juga tak tinggal diam. Ferran Torres, Pedri, Nico Williams, dan Mikel Merino dimasukkan untuk menjaga intensitas serangan. Namun, ketajunan lini depan Spanyol masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Susunan Pemain Final Piala Dunia 2026
Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Fabian Ruiz (Pedri 62'); Lamine Yamal, Dani Olmo (Mikel Merino 75'), Alex Baena (Nico Williams 75'); Mikel Oyarzabal (Ferran Torres 62').
Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Gonzalo Montiel (Nahuel Molina 58'), Cristian Romero (Facundo Medina 70'), Lisandro Martinez (Nicolas Otamendi 44'), Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul (Giuliano Simeone 70'), Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Nico Gonzalez (Leandro Paredes 45'); Lionel Messi, Julian Alvarez.
Babak extra time 2x15 menit akan dimulai tanpa jeda panjang. Argentina harus mencari cara mencetak gol dengan keunggulan jumlah pemain yang dimiliki Spanyol, sementara La Roja punya momentum untuk memanfaatkan keunggulan satu pemain di lapangan.