PALEMBANG — Program Adiwiyata bukan sekadar lomba kebersihan sekolah. Pemerintah Kota Palembang melihatnya sebagai strategi membentuk karakter generasi muda yang ramah lingkungan sejak dini. Aturan anyar dari Kementerian Lingkungan Hidup pun mulai diperkenalkan ke seluruh pemangku kepentingan pendidikan di kota ini.
Akhmad Bastari, yang membuka acara mewakili Wali Kota Ratu Dewa, menegaskan bahwa peraturan baru ini membawa sejumlah pembaruan. "Terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 membawa sejumlah pembaruan kebijakan, pendekatan, dan mekanisme penyelenggaraan Program Adiwiyata," ujarnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Apa Saja yang Berubah dari Aturan Adiwiyata Baru?
Perubahan utama ada pada pendekatan penyelenggaraan. Jika sebelumnya program lebih bersifat administratif, aturan baru menekankan integrasi pendidikan lingkungan hidup ke dalam seluruh proses pembelajaran. Sekolah tidak cukup hanya memiliki taman atau tempat sampah terpilah, tapi harus mampu menanamkan nilai peduli lingkungan secara sistemik dalam kurikulum.
Program ini terbuka bagi semua jenjang, dari SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga SMK/MAK. Sekolah yang berpartisipasi ditargetkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan hijau. Dampaknya, karakter peserta didik diharapkan terbentuk sejak bangku sekolah.
Manfaat Strategis bagi Sekolah dan Guru
Selain membangun kesadaran lingkungan, Program Adiwiyata juga memberikan keuntungan konkret bagi institusi pendidikan. Akhmad Bastari menyebutkan beberapa manfaat strategis, antara lain peningkatan kapasitas guru dalam pendidikan lingkungan hidup, nilai tambah bagi akreditasi dan prestasi sekolah, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
"Secara filosofis, Adiwiyata dimaknai sebagai tempat yang baik dan ideal untuk memperoleh ilmu pengetahuan sekaligus membentuk karakter peduli lingkungan," jelas Bastari.
Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemerintah
Pelestarian lingkungan, menurut Bastari, bukan monopoli pemerintah. Seluruh elemen masyarakat harus terlibat. Sekolah menjadi garda terdepan karena memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda. "Pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak dini," tegasnya.
Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi di antara para pemangku kepentingan. Dinas Pendidikan Kota Palembang diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan sekolah-sekolah agar implementasi program berjalan efektif. Pemerintah kota menargetkan semakin banyak sekolah di Palembang yang mengadopsi prinsip Adiwiyata dalam keseharian.