Pencarian

Film "The Dance of Gending Sriwijaya" Tayang Perdana di Palembang, Angkat Filosofi Tari dan Kenalkan Wayang ke Pelajar

Kamis, 03 September 2026 • 19:01:31 WIB
Film
Pelajar pemeran film "The Dance of Gending Sriwijaya" tampil dalam pemutaran perdana di Palembang.

PALEMBANG — Sebanyak belasan siswa-siswi LTI IGM Palembang terlibat langsung sebagai pemeran dalam produksi film "The Dance of Gending Sriwijaya". Mereka tidak sekadar berakting, tetapi juga menjalani proses pembelajaran mendalam tentang Tari Gending Sriwijaya dan Wayang Palembang selama produksi berlangsung.

Film garapan sutradara Ikhsan Bastian ini mengangkat kisah maestro di balik Tari Gending Sriwijaya. Lewat pendekatan docudrama, penonton diajak menyusuri filosofi tari khas Sumatera Selatan yang selama ini kerap dipertunjukkan tetapi jarang dipahami maknanya.

Pelajar Jadi Pemeran, Belajar Budaya Langsung dari Proses Produksi

Keterlibatan pelajar bukan sekadar kebutuhan produksi. Bagi para siswa, pengalaman tampil di layar lebar menjadi media belajar yang tidak mereka dapatkan di ruang kelas.

Ikhsan Bastian mengungkapkan, film ini berangkat dari kegelisahannya melihat generasi muda yang belum memahami secara mendalam filosofi dan makna Tari Gending Sriwijaya. Melalui proses syuting, ia berharap para pelajar yang terlibat dapat menjadi duta budaya bagi teman sebayanya.

Perfilman Jadi Jalan Baru Ekonomi Kreatif dan Promosi Budaya Daerah

Pemutaran perdana film ini turut dihadiri perwakilan Dinas Pariwisata Kota Palembang, M. Irman, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyebut industri perfilman memiliki kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

"Perfilman memberikan kontribusi yang cukup signifikan. Perfilman ini merupakan salah satu upaya pemerintah kita untuk maju dan bersaing," ujarnya di sela acara.

Menurut Irman, produk audiovisual tidak lagi sekadar berfungsi sebagai hiburan. Karya seperti "The Dance of Gending Sriwijaya" membuktikan bahwa film dapat menjadi medium promosi budaya dan potensi daerah yang efektif kepada khalayak luas.

Wayang Palembang: Warisan yang Coba Dihidupkan Lewat Layar Lebar

Selain Tari Gending Sriwijaya, film ini juga menyisipkan narasi tentang Wayang Palembang, sebuah tradisi yang populasinya terus menyusut di tengah gempuran hiburan digital. Kehadiran wayang dalam film diharapkan memicu rasa ingin tahu penonton muda untuk mengenal lebih jauh warisan leluhurnya.

Irman memberikan apresiasi terhadap karya Ikhsan Bastian. Ia menilai film ini berhasil mempertemukan kreativitas generasi muda dengan misi menjaga keberadaan seni dan budaya lokal.

"Pemutaran film perdana ini bukan hanya hiburan semata, tetapi mampu mengangkat kesenian dan budaya lokal di Sumatera Selatan," katanya.

Docudrama: Jembatan antara Dokumentasi dan Pertunjukan

Pilihan format docudrama menjadi nilai tambah tersendiri. Penonton tidak hanya disuguhkan alur cerita, tetapi juga fakta historis yang dikemas dalam visual sinematik. Hal ini membuat film mudah dicerna oleh berbagai kalangan usia, termasuk pelajar yang menjadi target utama kampanye pelestarian budaya ini.

Setelah pemutaran perdana di Palembang, belum ada informasi resmi mengenai jadwal penayangan umum film ini di bioskop atau platform digital. Namun, antusiasme para pelaku seni dan insan kreatif yang hadir dalam acara tersebut menjadi indikasi bahwa karya ini bakal mendapat tempat di hati pencinta budaya Sumatera Selatan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks