SUMATERA SELATAN — Pasar wisatawan India menjadi salah satu fokus utama Kementerian Pariwisata dalam memperluas jangkauan destinasi Indonesia. Setelah Bali yang selama ini menjadi primadona, kini giliran Yogyakarta dan Lombok yang digenjot sebagai pilihan baru. Enam agen perjalanan dan operator tur (TA/TO) India dilibatkan langsung dalam Familiarization Trip pada Agustus lalu untuk merasakan pengalaman autentik di kedua destinasi ini.
Mengapa Yogyakarta dan Lombok Menjadi Incaran Kemenpar?
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menjelaskan bahwa kedua destinasi ini memiliki potensi kuat untuk dikombinasikan dengan Bali yang lebih dahulu populer di kalangan wisatawan India.
"Melalui program Fam Trip ini, diharapkan semakin banyak agen perjalanan India yang menyusun dan memasarkan paket wisata ke Yogyakarta dan Lombok. Kedua destinasi tersebut memiliki potensi untuk dikombinasikan dengan Bali yang sudah lebih dahulu menjadi salah satu destinasi utama pilihan wisatawan India," ujarnya di Jakarta, Kamis (3/8/2026).
Menelusuri Jejak Budaya di Yogyakarta
Grup A yang beranggotakan Shree Corp, Thomas Cook (India) Limited, dan Wayfarers Hub mendapat pengalaman istimewa sejak awal perjalanan. Mereka diajak menaiki Kereta Panoramic menuju Yogyakarta. Perjalanan ini menawarkan lebih dari sekadar transportasi, jendela kaca berukuran besar di gerbong kereta memberikan pemandangan lanskap Jawa yang memukau sepanjang rute.
Setibanya di Yogyakarta, agenda berlanjut ke dua mahakarya warisan dunia: Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Pengalaman budaya semakin lengkap dengan menonton pertunjukan Sendratari Ramayana Ballet di malam hari. Para pelaku industri perjalanan India menilai, kekayaan sejarah kerajaan, seni, dan pengalaman lokal yang autentik sangat relevan dengan karakter pasar India. Kedekatan historis dan budaya melalui warisan Hindu-Buddha serta kisah Ramayana menjadi nilai jual utama.
Untuk memperkaya pengalaman, peserta juga mengikuti workshop pembuatan jamu tradisional di Jogjamu dan menjelajahi situs bersejarah Taman Sari. Aktivitas ini dirancang untuk membuka peluang pengembangan produk wisata kebugaran (wellness) yang semakin diminati.
Potensi Besar Yogyakarta untuk Segmen Pasar Tertentu
Berdasarkan masukan para agen, Yogyakarta dinilai paling cocok untuk segmen keluarga, wisatawan senior, serta mereka yang memiliki minat khusus pada budaya dan spiritual. Kelompok MICE atau pertemuan insentif juga disebut-sebut sebagai pasar potensial.
Meski demikian, sejumlah aspek disebut perlu diperkuat untuk menarik lebih banyak wisatawan India. Yang utama adalah konektivitas udara, ketersediaan restoran dengan pilihan kuliner India, hingga paket perjalanan keluarga yang lebih bervariasi.
Petualangan Bahari di Gili Trawangan dan Mandalika
Berbeda dengan Grup A, Grup B yang terdiri atas Flag Holidays, S V Holiday Bazaar Private Limited, dan SOTC Travel Limited mengeksplorasi sisi lain Indonesia. Mereka melintasi laut dengan fast boat dari Pelabuhan Padang Bai, Bali menuju Gili Trawangan di Lombok.
Di pulau yang bebas kendaraan bermotor ini, peserta menikmati berbagai aktivitas: snorkeling sambil mencari penyu, berkeliling pulau dengan e-bike, hingga mencoba cidomo, kereta kuda tradisional khas Lombok. Suasana malam di Gili Trawangan juga menjadi daya tarik tersendiri dengan kehadiran beach club dan pertunjukan musik.
Kawasan Kuta Mandalika juga masuk dalam daftar kunjungan. Perpaduan pantai dan kehidupan malam dinilai sangat cocok untuk segmen wisatawan muda India berusia 25-45 tahun yang bepergian bersama teman. Pilihan akomodasi yang beragam, mulai dari hostel murah hingga vila mewah, semakin melengkapi daya tarik kawasan ini.
Bagi Anda yang berencana mengunjungi Yogyakarta atau Lombok, sejumlah pengalaman yang dicicipi para agen India ini bisa menjadi inspirasi. Informasi lebih lanjut mengenai paket wisata dan aksesibilitas terkini dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat.