SUMATERA SELATAN — Deputi Direktur Program SEAMEO RECFON, Dr dr Brian Sri Prahastuti, memberi penjelasan yang bisa jadi bahan pertimbangan Bunda. Ia menekankan pemenuhan gizi tidak semata ditentukan besaran nominal anggaran.
Mengapa Harga per Porsi Bisa Lebih Murah
Brian menyebut pengolahan makanan dalam jumlah besar lewat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membuat harga per porsi jadi lebih murah. Skala produksi yang besar menekan biaya bahan dan operasional.
Kajian SEAMEO-RECFON juga menyoroti pentingnya memanfaatkan bahan pangan lokal. Menu bergizi sebaiknya disesuaikan dengan menu lokal di setiap daerah, bukan dipukul rata secara nasional.
Contoh Menu Bergizi Anak SD di Regional Jawa 1
Rekomendasi menu yang disusun SEAMEO RECFON memberi gambaran konkret. Untuk anak SD di regional Jawa 1, menu ideal bisa berupa nasi goreng komplet, nasi timbel oncom teri, atau nasi cobek udang bumbu Sunda.
Menu ini tidak harus diterapkan persis. SPPG bisa mencari hidangan lain dengan kandungan gizi dan komposisi yang setara.
"Sebetulnya menu ini kan juga tidak menjadi paksaan juga bahwa harus seperti ini ya. Tetapi bisa jadi dicari ke apa namanya, penyetaraannya," tutur Brian dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Rp10 Ribu Tetap Jadi Tantangan
Meski pengolahan massal menekan harga, Brian mengakui angka Rp10 ribu tetap menantang. Apalagi jika mengacu pada seluruh menu bergizi yang direkomendasikan berdasarkan pangan lokal.
"Ini kayaknya cukup menantang juga ya, karena waktu menu dibikin kan belum ada tuh keluar angka sekian ribu begitu untuk menu MBG," kata Brian.
Artinya, kecukupan anggaran bergantung pada seberapa luwes menu disesuaikan dengan bahan yang tersedia di daerah masing-masing.
Selera Anak Jadi Pertimbangan Penting
Penyesuaian menu dengan kondisi daerah bukan cuma soal biaya. Brian menyebut hal ini berkaitan erat dengan penerimaan anak terhadap makanan.
Hidangan yang disajikan sebaiknya sesuai selera dan kebiasaan makan masyarakat setempat. Anak lebih mungkin menghabiskan makanan yang familiar di lidahnya.
"Yang paling penting adalah tadi kaitannya bahan pangannya apa, kemudian kalau teman-teman melihat di buku katalog ini adalah menunya itu bukan sesuatu yang apa namanya, bukan sesuatu yang biasa-biasa saja juga," sambung Brian.
Yang Perlu Bunda Perhatikan
Kajian SEAMEO RECFON diharapkan jadi bahan pertimbangan kebijakan pemerintah soal pemenuhan gizi anak. Bagi Bunda, ada beberapa hal yang bisa dicermati dari program MBG di sekolah anak.
- Pastikan menu yang disajikan mengandung sumber protein, karbohidrat, dan sayur dalam porsi seimbang.
- Perhatikan apakah anak menghabiskan makanannya — penolakan bisa jadi tanda menu kurang sesuai selera.
- Diskusikan dengan pihak sekolah atau SPPG jika Bunda melihat menu yang kurang variatif dalam jangka panjang.
- Lengkapi kebutuhan gizi anak di rumah, terutama jika porsi di sekolah dirasa kurang memadai.
Anggaran Rp10 ribu bukan satu-satunya penentu. Pemanfaatan pangan lokal, pengolahan massal, dan penyesuaian selera anak sama pentingnya untuk memastikan gizi si kecil terpenuhi.