Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan menargetkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku tahap II tuntas pada September 2026, dengan sisa 6.832 dosis yang belum tersalurkan ke hewan ternak sasaran. Per Kamis (9/9/2026), capaian baru 67,46 persen dari total target 21.000 dosis. Sejumlah kabupaten masih tertinggal jauh, termasuk Banyuasin yang baru 20 persen dan Musi Banyuasin 23,33 persen.
PALEMBANG — Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Effendi mengatakan pihaknya terus mendorong petugas lapangan mempercepat vaksinasi, terutama di daerah dengan capaian rendah. Ia menyebut empat kabupaten sudah menuntaskan seluruh target tahap II.
"Kalau bisa sih September ini semuanya selesai, karena ada beberapa kabupaten sudah, ada 4 kabupaten yang sudah 100 persen," kata Ruzuan di Palembang, Kamis.
Lima Daerah Sudah Tuntas 100 Persen
Musi Rawas, Ogan Komering Ulu, Pagar Alam, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Muara Enim masing-masing telah mencapai 100 persen. Kelima daerah itu menjadi yang tercepat menyelesaikan tahap II.
Di bawahnya, Empat Lawang mencatat 83 persen, disusul Palembang dan Lubuk Linggau yang sama-sama 80 persen. Ogan Komering Ilir berada di 76,52 persen.
Banyuasin dan Muba Jadi Perhatian
Sejumlah daerah masih jauh dari target. Prabumulih baru 60 persen, OKU Timur 56,7 persen, dan Ogan Ilir 45,35 persen. Dua daerah terendah adalah Musi Banyuasin dengan 23,33 persen dan Banyuasin 20 persen.
Perbedaan capaian antarwilayah itu menjadi perhatian DKPP Sumsel. Petugas di daerah dengan capaian rendah diminta lebih aktif mengejar sisa target.
Belum Ada Peternak yang Menolak Vaksin
DKPP Sumsel menyatakan belum menerima laporan peternak yang menolak pemberian vaksin PMK. Vaksinasi dianggap sebagai upaya pencegahan untuk melindungi hewan ternak sekaligus memutus rantai penyebaran virus.
Hewan yang tampak sehat tetap perlu divaksin karena berpotensi menjadi bagian dari penyebaran virus bila tidak punya perlindungan memadai.
"Untuk menghindari, untuk memutus mata rantai daripada virus itu sendiri. Walaupun dia tidak menunjukkan gejala, dia sebagai salah satu faktor yang masih mungkin," ujar Ruzuan.