Pencarian

IHSG Diproyeksi Mixed Pekan Ini, The Fed dan BoJ Bakal Naikkan Suku Bunga

Senin, 14 September 2026 • 08:18:31 WIB
IHSG Diproyeksi Mixed Pekan Ini, The Fed dan BoJ Bakal Naikkan Suku Bunga
Papan digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia.

SUMATERA SELATAN — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki pekan perdagangan 14-18 September 2026 dengan bayang-bayang dua agenda moneter global. The Federal Reserve dan Bank of Japan dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga mereka, dan pasar sudah membangun ekspektasi kenaikan masing-masing 25 basis poin.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, menyebut kenaikan bunga acuan The Fed didorong oleh inflasi yang kembali naik. Sementara BoJ diperkirakan menaikkan suku bunga menjadi 1,25 persen.

Tekanan terhadap Aset Berisiko

Bagi investor, risiko utamanya bukan sekadar angka kenaikan. Imam menilai pasar akan lebih reaktif terhadap nada komunikasi kedua bank sentral.

"Kenaikan suku bunga kedua bank sentral berpotensi menekan appetite terhadap aset berisiko, terutama apabila komunikasi keduanya lebih hawkish dari ekspektasi," ujar Imam dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Artinya, jika The Fed atau BoJ memberi sinyal bahwa siklus pengetatan belum berakhir, aliran dana keluar dari pasar emerging market seperti Indonesia bisa kembali menguat. Rupiah dan obligasi negara menjadi kanal pertama yang merasakan dampaknya, sebelum tekanan merembet ke saham.

Posisi Teknikal IHSG Usai Koreksi 1,43 Persen

Pada pekan 7-11 September 2026, IHSG ditutup di level 6.541,37 atau terkoreksi 1,43 persen secara mingguan. Koreksi terjadi akibat kombinasi aksi ambil untung dan meningkatnya ketidakpastian global.

Dari sisi teknikal, Imam menerangkan IHSG mengalami pelemahan jangka pendek setelah ditutup di bawah MA20 di sekitar 6.623. Meski begitu, kondisi tersebut belum mengonfirmasi pembalikan arah menjadi bearish.

Level 6.623 kini menjadi resistensi terdekat yang perlu ditembus IHSG untuk kembali ke jalur penguatan. Selama indeks bertahan di atas support terdekat, skenario koreksi lanjutan masih bisa dibatasi.

Yang Perlu Dicermati Investor Pekan Ini

Ada tiga hal yang layak dipantau pelaku pasar sepanjang pekan:

  • Nada pernyataan The Fed — apakah kenaikan 25 basis poin disertai sinyal pengetatan lanjutan atau justru dovish.
  • Keputusan BoJ — kenaikan ke 1,25 persen berpotensi memicu penguatan yen dan arus keluar dari aset berisiko Asia.
  • Reaksi rupiah dan obligasi — pelemahan kurs bisa mempercepat aksi jual asing di pasar saham.

Dari dalam negeri, tidak ada agenda besar yang disebut dalam proyeksi pekan ini. Pergerakan IHSG hampir sepenuhnya akan ditentukan sentimen eksternal, terutama respons pasar terhadap dua pengumuman bank sentral tersebut.

Investor disarankan mencermati level MA20 di 6.623 sebagai acuan teknikal jangka pendek. Jika IHSG gagal bertahan di atas area support, tekanan jual bisa kembali muncul.

Investasi mengandung risiko.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks