Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak warga menonton film "Istimewa" sebagai bentuk dukungan bagi penyandang disabilitas agar terus berkarya. Ajakan itu disampaikannya usai menyaksikan langsung film tersebut bersama para aktornya di Palembang, Minggu. Film ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dengan seluruh pemain dari kalangan disabilitas.
PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengajak seluruh warga di wilayahnya menonton film "Istimewa". Menurutnya, film itu menjadi bentuk dukungan nyata agar para penyandang disabilitas terus berkarya.
"Film ini sangat edukatif, menyajikan karya dari teman-teman disabilitas, saya sudah menyaksikan langsung bersama para aktor-aktor filmnya," kata Herman Deru di Palembang, Minggu.
Ia berharap semua warga, khususnya para siswa, dapat menyaksikan film tersebut. Menonton film ini, kata dia, menjadi salah satu cara menunjukkan dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Seluruh Pemain Film adalah Penyandang Disabilitas
Produser sekaligus Pembina Rumah Istimewa, Abdullah Mansuri, menerangkan bahwa film "Istimewa" diangkat dari kisah nyata. Seluruh pemainnya merupakan penyandang disabilitas.
Kondisi itu, menurut dia, tidak menjadi hambatan bagi para pemain untuk tetap berkarya sebaik mungkin.
"Karya ini merupakan yang pertama di Indonesia, diperankan langsung oleh pemain yang disabilitas, sehingga diharapkan bisa membuat semua teman-teman kita tetap bersemangat bahwa ini bukanlah menjadi suatu hambatan," katanya.
22 Juta Warga Disabilitas di Indonesia Masih Butuh Dukungan
Abdullah menyebutkan setidaknya ada 22 juta warga disabilitas di Indonesia yang masih membutuhkan dukungan. Salah satu persoalan yang mereka hadapi adalah perundungan.
Ia mencontohkan sejumlah pemain film itu yang sebelumnya tidak berani keluar rumah karena takut dirundung. Lewat karya tersebut, mereka membuktikan keberadaan diri.
Abdullah berharap perhatian masyarakat Indonesia terhadap penyandang disabilitas meningkat. Film "Istimewa" diharapkan menjadi pintu masuk bagi perubahan cara pandang warga terhadap kelompok ini.