SUMATERA SELATAN — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memperbarui data penduduk pesisir di lima kecamatan rawan erupsi Gunung Anak Krakatau dan ancaman tsunami. Pemutakhiran menyasar Kalianda, Rajabasa, Bakauheni, Sidomulyo, dan Katibang, dengan batas penyampaian data hingga Senin, 21 September 2026. Langkah ini menyusul rapat koordinasi rencana aksi yang digelar di Ruang Rapat Pudalops BPBD Lampung Selatan.
Rapat koordinasi dan tindak lanjut rencana aksi menghadapi erupsi Gunung Anak Krakatau serta ancaman tsunami dipimpin Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhammad Darmawan. Lima kecamatan diminta memastikan jumlah kepala keluarga dan warga di desa rawan tercatat akurat.
Data kependudukan itu menjadi dasar penentuan kebutuhan evakuasi, penanganan warga, hingga distribusi bantuan saat darurat. Para camat di wilayah pesisir diberi tenggat hingga Senin, 21 September 2026 untuk menyampaikan data terbaru.
Rambu Evakuasi Banyak Rusak
Pemeriksaan lapangan menemukan sejumlah rambu evakuasi dalam kondisi miring, roboh, atau tertutup pepohonan. Pemkab meminta pembenahan segera agar petunjuk jalur evakuasi mudah dipahami masyarakat ketika keadaan darurat terjadi.
Kondisi jalur evakuasi turut diperiksa, bukan hanya rambu. Tujuannya memastikan warga bisa mencapai titik kumpul tanpa hambatan saat peringatan dini dibunyikan.
Tiga Titik Evakuasi Dipetakan
Pemkab memetakan sejumlah lokasi evakuasi, di antaranya GOR Way Handak, GOR Mustafa Kembal, dan Lapangan Tenis Indoor Kalianda. Pengecekan bersama dijadwalkan pada Kamis, 17 September 2026.
Pengecekan itu memastikan fasilitas penerangan, air, dan MCK tersedia di tiap lokasi. Ketersediaan fasilitas dasar menjadi pertimbangan utama sebelum lokasi ditetapkan sebagai titik pengungsian resmi.
Rapat Kesiapsiagaan Digelar Tiap Pekan
Darmawan menegaskan kesiapsiagaan tidak boleh berhenti di dokumen. "Kesiapsiagaan tidak boleh hanya tertuang dalam dokumen. Hal-hal yang belum lengkap harus segera dilengkapi agar benar-benar bisa digunakan saat darurat," ujarnya.
Rapat kesiapsiagaan bencana akan digelar rutin setiap pekan. "Ke depan, tiap hari Rabu akan dilakukan rapat kesiapsiagaan. Tidak hanya gempa dan tsunami, tapi bencana itu banyak macamnya," ucap Darmawan.
Melalui pemutakhiran data, pembenahan jalur evakuasi, dan pengecekan lokasi pengungsian, Pemkab Lampung Selatan ingin memastikan kesiapsiagaan menjangkau wilayah pesisir. Warga diharapkan memiliki informasi jelas soal jalur dan lokasi evakuasi jika bencana sewaktu-waktu terjadi.