Pencarian

Menko Polkam Tinjau Posko Karhutla Palembang, 406 Kebakaran Lahan Tercatat Sepanjang 2026

Sabtu, 19 September 2026 • 11:54:01 WIB
Menko Polkam Tinjau Posko Karhutla Palembang, 406 Kebakaran Lahan Tercatat Sepanjang 2026

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Palembang, guna memperkuat strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Sumsel Herman Deru, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Data hingga 17 September 2026 mencatat 406 kejadian kebakaran lahan di Palembang dengan luas terdampak sekitar 254,23 hektare.

PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago menegaskan penanganan karhutla harus berpijak pada strategi terukur. Pemetaan titik rawan dan prediksi lokasi kemunculan api disebutnya sebagai kunci agar personel serta peralatan bisa dikerahkan tepat sasaran.

Peninjauan Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Palembang, menjadi langkah pertama penguatan koordinasi lintas instansi. Djamari datang bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Ogan Ilir Jadi Perhatian Khusus

Kebakaran di wilayah sekitar Palembang, terutama Kabupaten Ogan Ilir, dinilai berpotensi menimbulkan pencemaran udara hingga ke kota. Karena itu, prinsip efisiensi kekuatan diterapkan dengan memusatkan personel dan peralatan pada lokasi yang butuh penanganan segera.

Djamari menekankan pencegahan tak kalah penting dari pemadaman. Pemerintah daerah, aparat, dan warga diminta memperketat pengawasan di wilayah rawan serta menertibkan aktivitas pembakaran yang melanggar aturan.

"Selain penanganan ketika kebakaran terjadi, upaya pencegahan menjadi perhatian utama. Pemerintah daerah bersama aparat dan masyarakat didorong untuk meningkatkan pengawasan terhadap wilayah rawan serta menertibkan aktivitas pembakaran yang melanggar ketentuan," tegasnya.

Enam Provinsi Masih Hadapi Titik Panas Tinggi

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut sejumlah provinsi masih menghadapi titik panas tinggi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Sumsel masuk daftar provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak.

Meski tren titik panas menunjukkan penurunan, Raja Juli mengingatkan kewaspadaan tetap diperlukan. Angka kejadian masih cukup tinggi dan berpotensi berkembang menjadi kebakaran lahan bila tidak segera diantisipasi.

"Penanganan karhutla dilakukan melalui kombinasi kekuatan darat, operasi water bombing, pemetaan titik panas, serta patroli untuk mengantisipasi munculnya titik api baru. Strategi tersebut diarahkan agar pemadaman tidak hanya berfokus pada titik api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah meluasnya kebakaran," ujarnya.

Kertapati dan Gandus Penyumbang Kejadian Terbanyak

Wali Kota Palembang Ratu Dewa memaparkan data terkini hingga 17 September 2026. Tercatat 406 kejadian kebakaran lahan di Kota Palembang dengan total luas lahan terdampak sekitar 254,23 hektare.

Kecamatan Kertapati mencatat kejadian tertinggi dengan 64 kasus, disusul Gandus 60 kejadian, Alang-Alang Lebar 56 kejadian, Ilir Barat I 50 kejadian, dan Sukarami 49 kejadian.

Pada tingkat kelurahan, Kelurahan Gandus menjadi lokasi dengan kejadian terbanyak, yakni 39 kasus. Berikutnya Bukit Baru dengan 30 kejadian dan Sukamulya 28 kejadian.

Deretan angka itu memperlihatkan beban penanganan yang tidak merata antarwilayah. Kertapati, yang menjadi lokasi posko yang ditinjau Menko Polkam, berada di posisi teratas sebagai kecamatan dengan kebakaran lahan paling sering terjadi.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks