Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengoptimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, dengan menyesuaikan pasokan air di tengah musim kemarau. Pemadaman memasuki hari keenam setelah lahan terbakar sejak Minggu (13/9) sekitar pukul 11.16 WIB. Petugas mendatangkan air dari Sungai Batang Hari yang berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi karena sumber air setempat mengering.
MUARA ENIM — Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrozieq Putra menyatakan pemadaman di Desa Teluk Limau masih berlangsung hingga kini. Sebanyak tiga hektare lahan berhasil dipadamkan dari total 100 hektare area yang terbakar pada pemadaman hari sebelumnya.
Kendala utama bukan jumlah personel, melainkan air. Sumber air di sekitar lokasi mengering, sehingga petugas harus mencari pasokan ke daerah lain.
Air Didatangkan dari Sungai Batang Hari Sejauh 40 Kilometer
Mobil tangki suplai air mengambil air di Sungai Batang Hari yang berjarak sekitar 40 kilometer dari titik kebakaran. Pengiriman dilakukan berulang untuk menjaga pasokan tetap tersedia di lokasi.
"Mobil tangki suplai air mengambil air di Sungai Batang Hari yang berjarak sekitar 40 kilometer dari lokasi kejadian," kata Abdurrozieq.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat. Peralatan yang dikerahkan mencakup mobil suplai air, tiga unit tandon berkapasitas 5.000 liter, mesin portabel, selang, dan nozel.
Puluhan Personel Gabungan Dikerahkan ke Lokasi
BPBD Muara Enim mengerahkan puluhan personel dari Satgas BPBD Posko Gelumbang, Manggala Agni, TNI, dan Polri. Warga sekitar turut membantu proses pemadaman.
Tim satgas darat masih berupaya mengurangi penyebaran api di area yang belum padam. Luas lahan yang terbakar mencapai 100 hektare, dengan sebagian baru bisa ditangani.
Harapan Hujan untuk Padamkan Api Secara Total
Abdurrozieq berharap hujan turun agar api karhutla di Desa Teluk Limau dapat padam total. Musim kemarau membuat upaya pemadaman bergantung pada ketersediaan air yang terus diatur.
"Tim satgas darat masih berusaha mengurangi penyebaran api. Mudah-mudahan hari ini turun hujan sehingga api karhutla dapat padam total," harapnya.
BPBD Muara Enim belum menyampaikan jadwal penambahan pasokan air berikutnya. Pemantauan di lokasi terus dilakukan selama api belum sepenuhnya padam.