Warga Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, mengubah lahan seluas 18 hektare yang puluhan tahun dicap tercemar menjadi lumbung pangan produktif lewat budidaya padi srai. Lahan yang semula terbengkalai itu kini dikelola puluhan kelompok tani dengan luas tanam yang diproyeksikan menembus 27 hektare pada akhir 2026. Pertumbuhan luasan lahan produktif tercatat 50 persen sejak 2024.
PALI — Sebanyak 18 hektare lahan di Desa Pengabuan, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, yang selama puluhan tahun dibiarkan terbengkalai kini ditanami padi oleh puluhan kelompok tani. Lahan itu sebelumnya diyakini warga tidak lagi bisa memproduksi padi karena dianggap tercemar aktivitas operasional Pertamina EP Adera.
Pendampingan pertanian yang berjalan sejak 2015 mengubah cara pandang warga. Hasil kajian ahli pertanian yang diterjunkan perusahaan menunjukkan kendala utama lahan bukanlah limbah industri, melainkan karakteristik tanah tadah hujan yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan tanpa irigasi teknis.
Dari Padi Hanyut di Tepi Jalan ke Panen Raya Pertama
Sejarah kelam pertanian Desa Pengabuan dimulai pada 1980-an. Warga saat itu meyakini hamparan tanah seluas belasan hektare di wilayah tersebut sudah mati dan tidak dapat ditanami padi.
Harapan muncul pada 2014 ketika sejumlah warga nekat mengolah lahan itu tanpa teori pertanian yang jelas. Banjir kemudian menghanyutkan sebagian tanaman padi ke tepi jalan raya, tetapi batang padi yang hanyut justru tumbuh subur dengan bulir berisi.
Setahun berselang, Pertamina merespons aspirasi warga dengan menerjunkan ahli teknologi pertanian untuk mendampingi petani. Kerja keras itu berbuah panen raya pertama pada tahun berikutnya.
Sarbeni dan Kelompok Tani Barokah Jadi Pelopor Uji Coba
Sarbeni dari Kelompok Tani Barokah menjadi sosok pertama yang melakukan uji coba produksi pangan di lahan tersebut. Pendampingan dinilai memberi warga ilmu mengatasi hama tikus, burung, belalang, hingga tata kelola air lahan tadah hujan.
"Saat pertama kali memulai mencoba menanam, kami hanya berharap apa ditanam dapat tumbuh dan berbuah," kata Sarbeni saat diwawancarai di area persawahan Desa Pengabuan.
Menurut dia, ikhtiar tersebut mendapatkan anugerah dari Tuhan sehingga secercah harapan tumbuh lewat bantuan Pertamina. Kepala Desa Pengabuan Supriyanto menyampaikan terima kasih kepada Pertamina Adera EP atas peranannya membangun asa melalui warga desa.
Padi Srai, Varietas Lokal yang Dibanderol Rp 20.000 per Kilogram
Daya tarik utama lumbung pangan Pengabuan adalah padi srai, varietas lokal unggulan yang dibudidayakan masyarakat sejak 1991. Namanya diambil karena bentuk pertumbuhan menyerupai tanaman serai dengan jumlah anakan sangat banyak.
Beras dari varietas ini memiliki kualitas unggul dengan harga jual mencapai Rp 20.000 per kilogram. Puluhan kelompok tani tercatat menggarap lahan yang terus bertambah luas dari tahun ke tahun.
Data kinerja periode PALI 2024 hingga 20 September 2026 menunjukkan luas lahan yang dikelola kelompok tani naik dari 18 hektare pada 2024 menjadi 22 hektare setahun kemudian. Luas lahan diproyeksikan mencapai total 27 hektare pada akhir 2026, mencatat pertumbuhan luasan lahan produktif sebesar 50 persen.
Produktivitas per Hektare Ikut Terkerek
Intensifnya pendampingan teknologi budidaya dan tata kelola air lahan tadah hujan turut mengerek tingkat produktivitas rata-rata per hektare. Produktivitas padi yang pada 2024 berada di angka 4,0 ton per hektare dilaporkan meningkat pada periode berikutnya.
Manager Community Involvement and Development Pertamina Hulu Rokan Regional I Iwan Ridwan Faizal menyebut program pelatihan dan pemberdayaan sebagai wujud komitmen berkelanjutan perusahaan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasi hulu migas.
"Program ini dirancang untuk memastikan bahwa kehadiran industri energi memberikan multiplier effect yang nyata. Melalui program pendampingan, kami mendorong kemandirian desa melalui penguatan pertanian padi dan hortikultura, pemberdayaan kelompok masyarakat, serta pemanfaatan hasil samping pertanian menjadi produk bernilai tambah," kata Iwan Ridwan Faizal.
Pemkab PALI Siap Perluas Kerja Sama Pemberdayaan
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten PALI Ujang Sayib menyampaikan apresiasi atas langkah Pertamina EP Adera memberdayakan kelompok tani di Desa Pengabuan. Pemerintah kabupaten disebut akan terus meningkatkan kerja sama pada kegiatan yang menyangkut pemberdayaan warga.
"Pemerintah Kabupaten PALI memberikan apresiasi tinggi atas langkah Pertamina EP Adera dalam memberdayakan masyarakat kelompok pertanian di Desa Pengabuan. Pihaknya akan terus meningkatkan kerja sama dengan kegiatan-kegiatan yang menyangkut pemberdayaan kepada warga masyarakat," kata Ujang Sayib.
Bagi warga Pengabuan, hasilnya terasa langsung. Lahan yang dulu disebut tanah mati kini memasok beras srai ke pasar dengan harga di atas rata-rata varietas lain, sekaligus menegaskan bahwa yang dibutuhkan lahan itu bukan dijauhi, melainkan didampingi.