Pencarian

Lapas Perempuan Palembang Latih Warga Binaan Usaha Roti, Hadirkan Mantan Napi sebagai Pemateri

Kamis, 01 Oktober 2026 • 17:08:31 WIB
Lapas Perempuan Palembang Latih Warga Binaan Usaha Roti, Hadirkan Mantan Napi sebagai Pemateri
Warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang mengikuti pelatihan usaha roti.

Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang membekali warga binaan dengan keterampilan usaha roti melalui pelatihan yang menghadirkan Herly, mantan warga binaan yang kini sukses merintis usaha baking mandiri. Program pembinaan kemandirian ini menyasar penguasaan tahapan produksi roti secara teknis dan kreatif agar warga binaan siap mandiri secara ekonomi setelah bebas.

PALEMBANG — Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Perempuan Kelas IIA Palembang Sariany Nababan menyatakan pemateri sengaja dipilih dari kalangan mantan warga binaan. Herly, alumnus lapas yang kini menjalankan usaha baking sendiri, diminta berbagi pengalaman langsung kepada para peserta pelatihan.

"Herly adalah bukti nyata bahwa keterampilan yang diperoleh selama di lapas dapat menjadi modal berharga untuk mandiri dan sukses di tengah masyarakat setelah bebas," ujar Sariany di Palembang, Rabu.

Mantan Warga Binaan Berbagi Pengalaman Usaha Roti

Herly memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menceritakan perjalanan usahanya sejak keluar dari lapas. Ia juga menularkan semangat kepada para juniornya agar tidak patah semangat menjalani masa pembinaan.

Pemilihan Herly sebagai pemateri bukan tanpa alasan. Lapas menilai kesaksian langsung dari orang yang pernah menjalani hukuman lebih efektif memotivasi warga binaan dibanding penyuluhan teori semata.

Praktik Langsung Kuasai Tahapan Produksi Roti

Kasubsi Sarana Kerja Selvi Mendairty menjelaskan metode praktik langsung diterapkan dalam pelatihan ini. Peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi terlibat penuh dalam setiap tahapan pembuatan roti.

Pendekatan itu bertujuan agar warga binaan benar-benar menguasai proses produksi secara teknis dan kreatif. Mulai dari pencampuran bahan, pengadonan, pemanggangan, hingga penyajian produk akhir.

Keterampilan teknis semacam ini dinilai penting karena industri roti rumahan memiliki permintaan pasar yang stabil. Modal awal yang dibutuhkan relatif terjangkau, sehingga cocok dijalankan sebagai usaha kecil setelah warga binaan kembali ke masyarakat.

Dukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan

Lapas Perempuan Palembang berkomitmen melanjutkan program pembinaan kemandirian secara berkelanjutan. Langkah ini menjadi bagian dari dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Fokus program tersebut mencakup penguatan pemberdayaan warga binaan. Tujuannya agar mereka siap kembali ke tengah masyarakat dengan keahlian ekonomi yang andal.

Pelatihan usaha roti menjadi salah satu jalur konkret dari komitmen itu. Warga binaan tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga pengalaman praktik yang bisa langsung diterapkan sebagai sumber penghasilan.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks