PALEMBANG — Udara kabur diprakirakan muncul di 10 wilayah Sumatera Selatan sepanjang Jumat, 2 Oktober 2026. Kondisi ini berbeda dari sebagian daerah lain yang justru berpotensi cerah, berawan, hingga hujan dengan intensitas ringan.
Prakiraan tersebut mengacu pada data yang tercantum di laman resmi BMKG. Masyarakat diminta mencermati kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan sore hari.
Wilayah yang Diprakirakan Dilanda Udara Kabur
Ogan Komering Ulu (OKU) dan Ogan Komering Ilir (OKI) termasuk daerah yang masuk dalam prakiraan udara kabur. Di OKU, cuaca berawan disertai suhu berkisar 24–34 derajat Celsius dengan kelembapan 46–97 persen.
OKI diprakirakan mengalami udara kabur dengan suhu lebih tinggi, yakni 26–35 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di wilayah itu berkisar 31–90 persen.
Kenapa Udara Kabur Muncul di Sumsel?
Udara kabur umumnya terbentuk saat partikel halus seperti debu, asap, atau uap air tersuspensi di lapisan atmosfer bawah. Kondisi ini menurunkan jarak pandang dan bisa mengganggu kesehatan pernapasan kelompok rentan.
Warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, anak-anak, dan lansia disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan saat intensitas kabut meningkat. Pengendara juga perlu menyalakan lampu kendaraan dan menjaga jarak aman.
Rentang Suhu dan Kelembapan di Sejumlah Daerah
Selain OKU dan OKI, sejumlah wilayah Sumsel lain diprakirakan mengalami cuaca beragam. Suhu udara di provinsi ini umumnya berada pada kisaran 24 hingga 35 derajat Celsius, dengan kelembapan yang bervariasi antara 31 hingga 97 persen.
Perbedaan kondisi itu dipengaruhi oleh posisi geografis tiap kabupaten/kota serta tutupan awan yang bergerak dinamis sepanjang hari. Wilayah pesisir dan dataran rendah cenderung lebih lembap dibanding daerah perbukitan.
Apa yang Perlu Disiapkan Warga Hari Ini
Warga diimbau menyiapkan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di daerah yang diprakirakan dilanda udara kabur. Bagi pengguna sepeda motor, penggunaan kacamata pelindung bisa membantu mengurangi paparan partikel.
Petani dan pekerja lapangan disarankan menyesuaikan jadwal kerja dengan kondisi cuaca pagi. Hujan ringan yang turun di sebagian wilayah justru bisa membantu menurunkan kadar partikel di udara.
BMKG memperbarui prakiraan cuaca secara berkala melalui laman resminya. Masyarakat dapat memantau informasi terbaru sebelum menentukan rencana perjalanan atau kegiatan luar ruangan.