Pencarian

Pemkot Palembang Mulai Olah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik di PSEL Keramasan

Jumat, 02 Oktober 2026 • 11:30:02 WIB
Pemkot Palembang Mulai Olah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik di PSEL Keramasan
Pemkot Palembang resmi mengoperasikan PSEL Keramasan dengan pembakaran perdana 1.100 ton sampah pada 23 September 2026.

Pemkot Palembang resmi mengoperasikan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan dengan pembakaran perdana 1.100 ton sampah pada 23 September 2026. Fasilitas berteknologi stoker moving grate ini menjadi Proyek Strategis Nasional yang ditunjuk sebagai percontohan pengelolaan sampah tingkat nasional.

PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan PSEL Keramasan bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah membangun sistem pengelolaan yang memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Sejak 1 September 2026, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang mulai menyuplai sampah ke fasilitas di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati tersebut.

Sampah yang sebelumnya diangkut ke TPA Sukawinatan kini diarahkan secara bertahap ke PSEL. Pengalihan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus menguji kesiapan sistem penerimaan sampah di fasilitas tersebut.

Bagaimana Alur Suplai Sampah ke PSEL Keramasan?

Selama periode 1–23 September 2026, DLH Kota Palembang mengatur armada dan ritase pengangkutan sampah. Setiap kendaraan yang masuk ke fasilitas PSEL melewati proses pemeriksaan dan penimbangan sebelum diterima.

Data berat sampah menjadi dasar pencatatan tonase yang akan digunakan untuk evaluasi sistem suplai. Setelah ditimbang, sampah diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah untuk dipersiapkan sebagai bahan bakar proses pengolahan.

"Setelah melalui proses penimbangan, sampah yang diterima selanjutnya diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah. Sampah kemudian dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate," kata Ratu Dewa.

Sistem Pengendalian Emisi Jadi Perhatian Utama

Fasilitas PSEL Keramasan dilengkapi sejumlah sistem pengendalian emisi, antara lain semi-dry deacidification, injeksi karbon aktif, bag filter, serta Continuous Emission Monitoring System (CEMS). Perangkat tersebut berfungsi memantau emisi yang dihasilkan selama proses pembakaran sampah berlangsung.

Pengoperasian dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, keandalan peralatan, pengendalian emisi, dan kesiapan sistem pendukung. Tahapan ini merupakan bagian dari proses commissioning untuk memastikan seluruh sistem berfungsi sesuai rancangan.

Mengubah Paradigma Kumpul-Angkut-Buang

Kepala DLH Kota Palembang Ahmad Mustain menegaskan pengoperasian PSEL tidak hanya membutuhkan kesiapan fasilitas pengolahan. Sistem hulu yang kuat mulai dari pengumpulan, pengangkutan, penimbangan, pengaturan ritase, hingga pengawasan dan pencatatan tonase menjadi faktor penentu keberlanjutan operasi.

"Fasilitas ini diharapkan menjadi bagian penting dalam transformasi pengelolaan sampah di Kota Palembang, dari paradigma kumpul, angkut, buang menuju sistem pengelolaan yang lebih terintegrasi dengan prinsip pengurangan timbulan, pemanfaatan sampah, pengendalian dampak lingkungan, dan pemulihan sumber daya melalui energi," ujar Ahmad Mustain.

Rangkaian proses di PSEL Keramasan dirancang mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan kandungan energi untuk menghasilkan listrik. Sampah yang selama ini berakhir di TPA secara bertahap diarahkan menjadi sumber energi melalui teknologi tersebut.

Follow palembangtoday.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumsel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks