SUMATERA SELATAN — PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik selama MotoGP Mandalika 2026 berjalan aman dengan daya mampu 436 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan Lombok dan cadangan daya 112 MW. Direktur Manajemen Pembangkitan PLN Rizal Calvary Marimbo meninjau langsung Control Room Kelistrikan Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (10/10/2026), saat sesi kualifikasi dan sprint race berlangsung. Beban puncak di kawasan sirkuit tercatat 2.930 kilovolt ampere (kVA), naik dari 2.815 kVA pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Paragraf pembuka: Peninjauan menyasar kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari pembangkit yang memasok sistem kelistrikan Lombok hingga genset yang disiagakan di area sirkuit. Rizal datang bersama General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Sujana. Fokusnya satu: memastikan tidak ada gangguan pasokan selama rangkaian balapan internasional berlangsung.
Pemantauan Langsung di Control Room
Dari hasil pemantauan di control room, Rizal menyatakan kondisi kelistrikan Lombok dan Sirkuit Mandalika dalam keadaan aman. Kecukupan pasokan daya dan kondisi pembangkit dinilai menopang kelancaran sesi kualifikasi serta sprint race hari itu.
"MotoGP Mandalika merupakan ajang internasional yang membawa nama baik Indonesia di mata dunia. PLN memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar melalui dukungan pasokan listrik yang andal. Kami ingin memastikan langsung bahwa infrastruktur kelistrikan dan personel siaga dalam kondisi siap untuk memberikan pelayanan terbaik," ujar Rizal.
Ia menambahkan, pembangkit dalam kondisi aman dan pasokan daya mencukupi kebutuhan listrik selama kegiatan. "Kami pantau kondisi pembangkit aman, pasokan daya cukup, dan kelistrikan di Sirkuit Mandalika normal. Sesi kualifikasi dan sprint race hari ini pun bisa berjalan normal," kata Rizal.
Cadangan Daya dan Beban Puncak Sirkuit
Sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu pasok pembangkit 436 MW dengan beban puncak 324 MW. Selisih 112 MW menjadi cadangan daya yang menopang kebutuhan listrik selama MotoGP Mandalika 2026.
Beban puncak listrik di kawasan Sirkuit Mandalika selama sesi kualifikasi dan sprint race mencapai 2.930 kVA. Angka itu lebih tinggi dibanding periode yang sama pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, yang tercatat 2.815 kVA.
PLTS Sengkol hingga Gardu Bergerak
Sebelum meninjau control room, Rizal mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol yang berada tidak jauh dari kawasan sirkuit. PLTS tersebut termasuk pembangkit energi baru terbarukan yang berkontribusi memasok kebutuhan listrik pada sistem kelistrikan Lombok.
PLN memasang tiga titik inlet Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan kapasitas total 1.280 kVA. Masing-masing berkapasitas 250 kVA, 400 kVA, dan 630 kVA, disiapkan untuk mendukung mobilisasi UGB ketika dibutuhkan.
Selain itu, PLN menyiagakan 19 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 13 UGB, serta genset dengan total kapasitas 4 MW. Peralatan tersebut menjadi bagian dari antisipasi gangguan agar pasokan listrik tetap andal selama rangkaian MotoGP Mandalika berlangsung.
Penutup: Bagi PLN, event sekelas MotoGP menjadi uji nyata kesiapan infrastruktur kelistrikan di wilayah timur Indonesia. Kenaikan beban puncak sirkuit tahun ini menunjukkan permintaan listrik yang terus tumbuh seiring skala penyelenggaraan yang membesar.