PALEMBANG — Firdaus Hasbullah SH MH menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden bentrokan yang melibatkan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Palembang di lingkungan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Selatan. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/10/2026) dan meninggalkan luka pada sejumlah pihak dari berbagai sisi.
Dua jurnalis media lokal menjadi korban pengeroyokan dalam kejadian tersebut. Sejumlah personel kepolisian juga dilaporkan mengalami cedera saat insiden berlangsung.
Siapa Korban dalam Bentrokan di Mapolda Sumsel?
Enam mahasiswa mengalami luka-luka akibat bentrokan tersebut. Data itu disampaikan bersamaan dengan pernyataan sikap PGK Sumsel yang menilai insiden ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.
Ketua DPW PGK Sumsel menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan secara objektif, transparan, profesional, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Menurutnya, peristiwa itu tidak boleh dibiarkan tanpa penyelesaian hukum yang jelas.
"Kami menyayangkan terjadinya insiden kekerasan yang mengakibatkan korban dari berbagai pihak. Kami mendorong agar peristiwa ini diusut secara menyeluruh dan tidak ada pihak yang ditempatkan di atas hukum. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," tegas Firdaus Hasbullah.
Mengapa PGK Sumsel Dukung Mahasiswa Cipayung Plus Palembang?
Dalam negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi, setiap persoalan yang muncul dalam penyampaian aspirasi harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah. Firdaus Hasbullah menyebut dialog, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara sebagai jalan yang semestinya ditempuh.
Mahasiswa dinilai sebagai elemen penting dalam kehidupan demokrasi dan memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral, intelektual, sekaligus kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Aspirasi mahasiswa, kata dia, harus dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang patut dihormati selama disampaikan sesuai koridor hukum.
"PGK Sumatera Selatan memberikan dukungan moral kepada kawan-kawan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Palembang dalam memperjuangkan aspirasi mereka. Kami memandang mahasiswa sebagai mitra kritis dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. Perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan hak warga negara dalam menyampaikan pendapat secara damai," ujarnya.
Dukungan Moral Tidak Berarti Membenarkan Pelanggaran Hukum
Firdaus menegaskan bahwa dukungan terhadap mahasiswa tidak berarti membenarkan setiap tindakan yang melanggar hukum. Seluruh pihak, menurutnya, harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga demokrasi, menghormati hukum, dan memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani berdasarkan fakta serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga meminta agar proses pemeriksaan dilakukan secara independen dan profesional. Sejumlah langkah yang didorong antara lain menelusuri kronologi kejadian, mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan, serta memeriksa dugaan tindakan pembubaran paksa yang terjadi di lapangan.
Hingga pernyataan sikap itu disampaikan, PGK Sumsel belum menyebut tenggat khusus bagi aparat untuk menuntaskan pemeriksaan. Dorongan utama organisasi tersebut adalah agar seluruh dugaan pelanggaran diproses tanpa tebang pilih dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.