Pemprov Sumsel Dorong Wisata Religi Lewat Napak Tilas Kiai Marogan

Gubernur Sumsel Herman Deru melepas jamaah Haul Kiai Marogan ke-125 di Masjid Lawang Kidul, Palembang.
Penulis: Redaksi
Minggu, 11 Januari 2026 | 23:12:48 WIB

Palembang – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menetapkan peringatan Haul Datuk Kiai Marogan sebagai agenda wisata religi tahunan. Kebijakan ini bertujuan memperkuat nilai keagamaan sekaligus mengenalkan sejarah syiar Islam di Palembang kepada masyarakat luas.

Penetapan tersebut disampaikan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru saat melepas ratusan jamaah dalam rangka peringatan Haul Datuk Kiai Marogan ke-125 yang dipusatkan di Masjid Lawang Kidul, Minggu (11/1/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kegiatan haul tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga akan dikembangkan sebagai wisata religi yang digelar secara rutin setiap tahun. Konsep yang diusung adalah napak tilas perjalanan dakwah Kiai Marogan dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Kiai Marogan.

“Kegiatan ini kita awali dengan keikhlasan dan semangat kebersamaan. Ke depan, haul Kiai Marogan akan kita jadikan agenda tahunan berupa wisata religi dengan napak tilas dari Masjid Lawang Kidul menuju Masjid Kiai Marogan,” ujar Herman Deru.

Ia berharap, pelaksanaan wisata religi tersebut dapat menarik perhatian masyarakat luas, termasuk umat Islam dari berbagai daerah, sekaligus menjadi pengingat bahwa kedamaian dan kerukunan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan para tokoh terdahulu dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman.

Menurut Herman Deru, keteladanan Kiai Marogan dalam mensyiarkan agama Islam patut dijadikan inspirasi dalam menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut dinilai relevan untuk terus diwariskan kepada generasi saat ini.

“Apa yang telah dilakukan Kiai Marogan semoga menjadi pelajaran dan inspirasi bagi kita semua, khususnya umat Muslim, dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Herman Deru juga mengajak seluruh jamaah untuk turut menjaga kelestarian lingkungan, khususnya kawasan Sungai Musi yang dahulu menjadi jalur transportasi utama Kiai Marogan dalam berdakwah.

Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan Sungai Musi agar tetap lestari dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, lokasi masjid yang berada di tepi sungai memiliki nilai historis karena memudahkan umat Islam memperoleh air untuk bersuci.

“Kebersihan Sungai Musi harus kita jaga bersama. Salah satu alasan masjid dibangun di tepi sungai adalah untuk memudahkan umat berwudhu, sehingga kualitas airnya harus tetap terpelihara,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan agenda tahunan tersebut, Herman Deru meminta para keturunan dan pengelola kegiatan Haul Kiai Marogan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyelenggaraan wisata religi dapat berjalan tertib dan berkesinambungan.

Usai pelepasan jamaah, Herman Deru didampingi Wali Kota Palembang **Ratu Dewa** bersama para kiai, ulama, ustaz, dan jamaah melaksanakan dzikir bersama sambil menyusuri Sungai Musi menuju Masjid Kiai Marogan di kawasan Kertapati menggunakan transportasi air.

Reporter: Redaksi