PALEMBANG — Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan bersama Universitas Bina Darma menyatukan langkah untuk memperkuat pengembangan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), khususnya melalui penyusunan bahan ajar yang berakar pada kearifan lokal Sumatera Selatan.
Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Palembang, Senin (12/1/2026). Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program kebahasaan antara institusi pemerintah dan perguruan tinggi.
Audiensi dihadiri Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan Desi Ari Pressanti, M.Hum., beserta jajaran. Rombongan disambut Pelaksana Tugas Rektor Universitas Bina Darma Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom., bersama Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Ir. M. Izman Herdiansyah, S.T., M.M., Ph.D., IPU. Hadir pula tim Language Center serta para pengajar BIPA dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat mendorong penyusunan bahan ajar pendamping BIPA yang mengintegrasikan unsur budaya lokal Sumatera Selatan. Materi ini diharapkan tidak hanya mendukung penguasaan bahasa Indonesia bagi penutur asing, tetapi juga memperkenalkan tradisi, nilai sosial, dan kekayaan budaya daerah secara lebih komprehensif.
Selain pengembangan bahan ajar, audiensi juga membahas rencana pelaksanaan Bidar Sritures Award 2026. Pada kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan direncanakan terlibat sebagai salah satu dewan penilai dalam pemilihan sastrawan, pengajar, serta penggiat BIPA di Sumatera Selatan.
Balai Bahasa juga akan berperan sebagai juri dalam Lomba Mendongeng bagi Penutur Asing, yang dirancang sebagai sarana pembelajaran bahasa sekaligus upaya pelestarian dan apresiasi sastra lisan Indonesia.
Kerja sama antara kedua institusi tidak terbatas pada program BIPA. Balai Bahasa Sumsel dan Universitas Bina Darma juga membuka peluang kolaborasi di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), serta berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan lainnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi jangka panjang yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan dan internasionalisasi bahasa Indonesia, sekaligus memperkuat peran budaya lokal Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun global.