Nelayan Lebak Ekspor Ikan Pelagis, Raup Perputaran Uang Rp5 Miliar

Penulis: Fadlan Hamdani  •  Senin, 04 Mei 2026 | 14:49:01 WIB
Nelayan Lebak berhasil ekspor ikan pelagis dengan nilai perputaran uang Rp5 miliar per bulan.

LEBAK — Nelayan di pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sukses memasarkan hasil tangkapan ikan pelagis besar ke pasar mancanegara menyusul kualitas produk yang masuk kategori terbaik nasional. Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Rizal Ardiansyah, mengonfirmasi capaian tersebut pada Minggu (3/5).

Komoditas utama yang diminati pasar internasional meliputi ikan tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, hingga wahoo. Harga jual di tingkat nelayan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp30 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram, tergantung jenis dan ukuran ikan yang didapat.

Potensi Ikan Pelagis di Perairan Samudera Hindia

Populasi ikan pelagis besar ini berasal dari habitat laut dalam di perairan Samudera Hindia. Rizal menjelaskan bahwa mekanisme ekspor selama ini difasilitasi melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan eksportir yang berbasis di Jakarta.

"Kita memiliki potensi besar tangkapan jenis ikan pelagis di perairan Samudera Hindia, namun setahun terkadang beberapa bulan nelayan tidak melaut akibat dilanda cuaca buruk dan berbeda dengan perairan Banten bagian utara," ujar Rizal Ardiansyah.

Kondisi geografis laut selatan yang berhadapan langsung dengan samudera memberikan keunggulan kualitas daging ikan. Namun, tantangan cuaca ekstrem tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi konsistensi waktu melaut para nelayan setempat.

Data Produksi dan Perputaran Ekonomi Nelayan

Berdasarkan laporan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), perputaran uang dari hasil laut di wilayah ini menyentuh angka Rp5 miliar setiap bulan. Kontribusi terbesar berasal dari kelompok ikan pelagis yang menjadi primadona ekspor.

Saat ini, tercatat sebanyak 4.462 nelayan aktif yang beroperasi di pesisir selatan Lebak. Aktivitas ekonomi ini ditopang oleh armada sebanyak 216 unit kapal berukuran 11-20 Gross Tonnage (GT) yang tersebar di 11 titik TPI dengan total produksi mencapai 7.000 ton per tahun.

Secara biologis, kelompok ikan pelagis bermigrasi secara bergerombol dan memiliki kandungan minyak hingga 30 persen pada jaringan tubuhnya. Tingginya kadar protein dan minyak ikan alami ini yang membuat permintaan dari luar negeri terus mengalir.

Dampak Ekspor Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

Ketua Koperasi Nelayan Bina Muara Sejahtera Binuangeun, Wading, mengungkapkan bahwa akses ke pasar ekspor melalui perusahaan di Jakarta telah mendongkrak pendapatan ekonomi masyarakat pesisir secara nyata.

"Kami memiliki anggota hingga ratusan nelayan dan kehidupan mereka cukup sejahtera dari hasil tangkapan ikan," kata Wading.

Pemerintah daerah kini terus mendorong nelayan untuk mengoptimalkan teknik penangkapan guna meningkatkan volume produksi. Keberhasilan menembus pasar global menjadi bukti bahwa komoditas perikanan lokal memiliki daya saing tinggi, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi utama bagi ribuan keluarga nelayan di Lebak.

Reporter: Fadlan Hamdani
Back to top