BATURAJA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) melaporkan tiga desa di Kecamatan Lubuk Batang terendam banjir. Luapan air dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (3/5) sekitar pukul 18.00 WIB.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, mengonfirmasi bahwa banjir melanda Desa Tanjung Manggus, Gunung Meraksa, dan Desa Lunggaian. Meski air merendam permukiman cukup dalam, otoritas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Berdasarkan data terbaru dari lapangan, total 151 unit rumah warga terendam dengan ketinggian air rata-rata mencapai satu meter. Kondisi ini memaksa ratusan warga untuk menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial mereka sejak malam kejadian.
"Berdasarkan hasil pendataan tercatat sebanyak 151 unit rumah warga kebanjiran dengan korban terdampak bencana alam mencapai 604 jiwa," kata Januar Efendi di Baturaja, Senin (4/5).
Selain merendam hunian, banjir juga melumpuhkan akses transportasi di wilayah tersebut. Ruas jalan utama di tiga desa tidak dapat dilalui kendaraan normal karena genangan air yang tinggi, sehingga warga terpaksa menerobos banjir untuk keperluan mendesak.
BPBD OKU langsung menerjunkan personel beserta peralatan lengkap ke lokasi kejadian sesaat setelah menerima laporan warga. Petugas memfokuskan penanganan pada evakuasi warga yang terjebak di dalam rumah, terutama lansia dan anak-anak.
"Kami sudah menurunkan personel dan peralatan ke lokasi bencana alam untuk mengevakuasi korban dari kepungan banjir," tegas Januar.
Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet untuk mengangkut warga ke dataran yang lebih tinggi. Langkah ini diambil sebagai prosedur tetap guna mengantisipasi risiko jatuhnya korban jiwa jika debit air tiba-tiba meningkat kembali.
Hingga Senin sore, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut dan sebagian warga mulai kembali beraktivitas. Meski demikian, tim reaksi cepat masih disiagakan di lokasi untuk memantau situasi terkini.
Pusdalops BPBD OKU kini mengintensifkan pemantauan debit air di Sungai Ogan dan Sungai Lenkayap selama 24 jam penuh. Peringatan dini akan segera didistribusikan kepada masyarakat melalui perangkat desa jika terjadi kenaikan debit sungai yang signifikan.
"Meskipun banjir sudah surut, namun masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan supaya bencana alam tidak menimbulkan korban jiwa," pungkasnya.