SUMATERA SELATAN — Persija Jakarta U-20 sukses menyegel takhta juara EPA Super League U-20 2025-2026. Gol tunggal kemenangan tercipta pada babak kedua, memastikan tim asuhan Furqon Alkatiri keluar sebagai kampiun.
Laga final berjalan ketat sejak menit awal. Kedua tim saling jual beli serangan, namun lini pertahanan masing-masing tampil disiplin. Persija U-20 akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua dan mengamankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi perjalanan Persija U-20 di EPA musim ini. Sementara itu, tim Persija U-18 harus puas menjadi runner-up setelah kalah adu penalti dari Malut United U-18 di partai final kategori usia yang sama.
Pelatih Persija U-20, Furqon Alkatiri, bersyukur atas pencapaian anak asuhnya. Ia menilai kompetisi EPA menjadi ajang strategis untuk mematangkan pemain muda sebelum bersaing di level senior.
“Harapannya semoga bisa menciptakan pemain-pemain Persija yang jadi tulang punggung Timnas Indonesia,” ujar Furqon dalam keterangannya, dikutip Selasa (18/5/2026).
Furqon menegaskan beberapa pemain Persija U-20 sudah masuk dalam daftar rekomendasi untuk naik ke tim utama. Langkah ini menjadi krusial mengingat tim senior Macan Kemayoran gagal meraih gelar Super League musim ini.
“Ada beberapa yang sudah saya rekomendasikan ke direktur teknik untuk ke tim utama,” tambah Furqon.
Promosi pemain muda diharapkan mampu memperkuat skuad utama Persija Jakarta pada musim depan. Regenerasi pemain menjadi agenda prioritas setelah prestasi tim senior yang kurang memuaskan.
Gelar juara EPA U-20 ini menjadi obat kekecewaan bagi publik ibu kota. Publik Persija berharap pemain-pemain muda yang tampil impresif di EPA bisa segera diorbitkan ke level senior.
Kompetisi EPA sendiri dinilai sebagai laboratorium terbaik untuk menjaring bakat-bakat muda sepak bola Indonesia. Furqon berharap ajang ini terus berjalan dan melahirkan pemain berkualitas untuk masa depan sepak bola nasional.