Gubernur Sumsel Targetkan Produksi GKG Tembus 5 Juta Ton di Tengah Ancaman El Nino, Optimistis Masuk Dua Besar Nasional

Penulis: Khairul Anwar  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 11:45:15 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru optimistis produksi GKG padi mencapai 5 juta ton dengan perluasan lahan sawah.

OGAN KOMERING ILIR — Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan target produksi padi sebesar 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) bukanlah angka tanpa dasar. Optimisme itu muncul setelah luas baku sawah di provinsi ini bertambah signifikan dari 514 ribu hektare menjadi 579 ribu hektare.

“Dengan kedisiplinan petani dan peningkatan luas baku sawah yang terus bertambah, saya optimistis produksi beras Sumsel bisa mencapai 5 juta ton dan masuk dua besar nasional,” ujar Herman Deru saat mencanangkan Gerakan Tanam Menyongsong El Nino di Desa Cahya Bumi, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (19/5/2026).

Produksi 2025 Melonjak, Target 2026 Lebih Ambisius

Pada 2025, produksi padi Sumsel tercatat mencapai 3,63 juta ton GKG. Angka itu melonjak dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 2,91 juta ton GKG. Kenaikan ini disebut sebagai hasil dari perluasan lahan dan optimalisasi indeks tanam.

“Kalau kita bisa meningkatkan indeks tanam dua kali saja, minimal kita bisa naik peringkat dua besar produksi nasional,” kata Herman Deru.

70 Persen Lahan Andalan di Rawa Pasang Surut

Pemprov Sumsel mengandalkan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak yang mencakup sekitar 70 persen dari total luas baku sawah. Lahan jenis ini dinilai lebih tahan terhadap kekeringan dibanding sawah tadah hujan biasa.

Meski begitu, El Nino yang diprediksi terjadi mulai akhir Juni hingga September 2025 tetap menjadi ancaman serius. Kekeringan berkepanjangan bisa menurunkan debit air irigasi dan meningkatkan risiko gagal panen jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dukungan Pusat: Harga Gabah Rp6.500 hingga Cetak Sawah Baru

Herman Deru menyebut dukungan Pemerintah Pusat terhadap sektor pertanian saat ini sangat konkret. Mulai dari jaminan harga gabah Rp6.500 per kilogram, bantuan bibit hingga tiga kali masa tanam, hingga program cetak sawah baru.

“Tidak ada alasan produktivitas kita tidak tinggi. Semua sudah disupport, mulai dari irigasi, pupuk, pengairan, hingga jaminan harga beli pemerintah,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan petani dalam mengikuti arahan penyuluh pertanian. Menurutnya, tanpa disiplin, seluruh dukungan pemerintah tidak akan optimal.

Gerakan Tanam Serentak di 17 Kabupaten/Kota

Gerakan tanam serentak dilaksanakan di 17 kabupaten/kota se-Sumsel dengan target luas 51,75 hektare. Di Kabupaten OKI, penanaman dilakukan di Desa Cahya Bumi seluas 2 hektare dengan varietas padi Ciliwung.

Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan pihaknya akan mengawal pertanaman di lokasi cetak sawah maupun lahan reguler. “Guna mendukung penyelesaian program cetak sawah tahun 2025 agar berjalan tepat waktu dan tepat sasaran,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Sumsel juga menyerahkan bantuan dua ton pupuk subsidi dan benih padi untuk lokasi cetak sawah seluas 400 hektare. Bantuan ini diharapkan mempercepat realisasi target produksi di tengah ancaman iklim ekstrem.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: sumselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top