SEKAYU — Tiga pelatihan berbeda digelar DWP Muba dalam satu waktu untuk menjawab kebutuhan anggota akan keterampilan abad ke-21. Workshop Artificial Intelligence (AI) diperkenalkan sebagai alat bantu digital, sementara pelatihan lilin aromaterapi dan eco enzyme menyasar potensi ekonomi rumah tangga dan kepedulian lingkungan.
Ketua DWP Kabupaten Muba, Siti Fatimah Syafaruddin, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. Ia menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan di keluarga dan masyarakat.
Pelatihan AI menjadi salah satu sesi yang paling menyita perhatian. Dalam workshop tersebut, anggota DWP diperkenalkan dengan penggunaan kecerdasan buatan untuk menunjang pekerjaan sehari-hari, mulai dari pembuatan konten digital hingga efisiensi administrasi organisasi.
"Kami ingin mendorong pemanfaatan teknologi melalui pengenalan Artificial Intelligence," ujar Siti Fatimah dalam sambutannya, Senin (8/6/2026).
Dua pelatihan lainnya, yakni pembuatan lilin aromaterapi dan eco enzyme, menyasar keterampilan yang bisa langsung dipraktikkan di rumah. Lilin aromaterapi dinilai memiliki nilai jual tinggi sebagai produk UMKM, sementara eco enzyme merupakan solusi pengolahan limbah organik rumah tangga yang multifungsi.
Eco enzyme sendiri dikenal sebagai cairan hasil fermentasi sampah organik yang bisa digunakan sebagai pembersih alami, pupuk tanaman, hingga pengusir hama. DWP Muba menilai keterampilan ini relevan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi sirkuler di tingkat keluarga.
Siti Fatimah menambahkan bahwa peningkatan kapasitas anggota DWP merupakan investasi jangka panjang. Menurutnya, organisasi perempuan tidak bisa lagi hanya berkutat pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
"Kami berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, terus berkarya, berinovasi, dan memberikan manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat luas," tandasnya.
DWP Muba menargetkan ilmu dari ketiga pelatihan ini bisa ditularkan ke lingkungan masing-masing anggota, sehingga dampaknya tidak berhenti di peserta yang hadir.