Rosan Klaim Persepsi Pasar Mulai Pulih, Penguatan Rupiah dan IHSG Jadi Indikator

Penulis: Syaiful Bahri  •  Senin, 15 Juni 2026 | 18:36:01 WIB
Rosan menyatakan penguatan rupiah dan IHSG menjadi indikator pemulihan persepsi pasar.

SUMATERA SELATAN — Rosan menyebut koordinasi dengan Bank Indonesia serta dukungan swap agreement dari China turut menjaga likuiditas di tengah tekanan pasar. Swap agreement sendiri merupakan skema pertukaran mata uang antarnegara yang berfungsi sebagai bantalan saat pasar mengalami gejolak.

Hasil Roadshow Danantara: Permintaan Obligasi Tembus US$4,6 Miliar

Rosan baru saja melaporkan hasil roadshow Danantara ke sejumlah negara kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam agenda itu, Danantara menawarkan obligasi global perdana. Respons investor disebut melampaui ekspektasi.

Permintaan yang masuk mencapai sekitar US$4,6 miliar. Nilai penerbitan pun dinaikkan dari rencana awal US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar. Rosan mengatakan timnya menemui 122 investor dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Koreksi Harga Saham Dinilai Jadi Peluang Investor Asing

Menurut Rosan, banyak investor yang ditemui juga bermain di pasar modal Indonesia. Ia melihat hubungan erat antara komunikasi pemerintah dengan pergerakan sentimen pasar. Sebelumnya, kata dia, sempat ada keraguan terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

"Kalau kita tidak melakukan apa-apa, penguatan itu tidak akan terjadi," ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 15 Juni.

Rosan menambahkan, koreksi yang terjadi di bursa saham membuat harga sejumlah emiten Indonesia menjadi lebih murah. Investor asing melihatnya sebagai peluang masuk, terutama pada perusahaan dengan fundamental kuat dan dividen menarik.

Peringatan: Fluktuasi Harian Tetap Normal, Kebijakan Harus Dirasakan di Dalam Negeri

Meski optimistis, Rosan mengingatkan bahwa pergerakan pasar tidak selalu linear. Naik-turun harian adalah hal yang wajar. Ia menekankan, tugas pemerintah bukan sekadar menjaga grafik tetap hijau.

Yang lebih penting, menurut dia, kebijakan yang dijual kepada investor harus benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh pelaku usaha, pekerja, dan rumah tangga di dalam negeri. Tanpa itu, perbaikan persepsi pasar hanya akan bersifat sementara.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top