PALEMBANG — Kabupaten PALI mencatat 42 kejadian karhutla yang tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Talang Ubi menjadi penyumbang terbanyak dengan 12 titik api, disusul Penukal sebanyak 11 kejadian, Penukal Utara sembilan kejadian, Abab enam kejadian, dan Tanah Abang empat kejadian. Data ini menjadikan PALI sebagai daerah dengan konsentrasi kebakaran tertinggi di Sumatera Selatan tahun ini.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan, sebagian besar kejadian karhutla masih terkonsentrasi di wilayah tengah dan timur Sumsel. Wilayah ini memerlukan pengawasan serta upaya pencegahan yang lebih intensif, terutama saat memasuki puncak musim kemarau.
Kabupaten Musi Banyuasin dan Muara Enim sama-sama mencatat 21 kejadian karhutla. Di Musi Banyuasin, kejadian terbanyak terjadi di Kecamatan Sungai Keruh sebanyak tujuh titik, disusul Batang Hari Leko lima kejadian, Sekayu empat kejadian, Plakat Tinggi dua kejadian, serta Sungai Lilin, Sanga Desa, dan Lawang Wetan masing-masing satu kejadian.
Sementara di Muara Enim, Kecamatan Gelumbang menjadi wilayah paling rawan dengan lima kejadian, diikuti Kecamatan Lembak empat kejadian. Kecamatan Lubai, Kelekar, dan Rambang Niru masing-masing mencatat dua kejadian.
Ibu kota provinsi juga tak luput dari karhutla. Kota Palembang mencatat enam kejadian yang tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Alang-Alang Lebar menjadi wilayah paling rawan dengan tiga kejadian, disusul Ilir Barat I dua kejadian, dan Seberang Ulu II satu kejadian. Data ini menunjukkan bahwa lahan kosong di permukiman padat penduduk juga berpotensi menjadi sumber kebakaran.
Kabupaten lain yang mencatat kejadian karhutla antara lain Musi Rawas Utara (Muratara) 16 kejadian, Ogan Ilir 12 kejadian, Ogan Komering Ulu (OKU) 10 kejadian, Banyuasin delapan kejadian, serta Musi Rawas tujuh kejadian. Kota Prabumulih mencatat enam kejadian, menyusul Ogan Komering Ilir (OKI) tiga kejadian, OKU Timur dua kejadian, dan Kota Lubuk Linggau satu kejadian.
Sudirman menegaskan bahwa pihaknya bersama instansi terkait terus melakukan patroli, pemantauan titik panas, serta sosialisasi kepada masyarakat. Personel dan peralatan juga disiagakan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
“Kami terus meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan agar kejadian karhutla tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas saat memasuki musim kemarau,” kata Sudirman di Palembang, Senin.
Dengan total 154 kejadian dan luas lahan terbakar lebih dari 300 hektare, BPBD Sumsel mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pelanggaran terhadap larangan ini dapat berujung pada sanksi pidana sesuai undang-undang yang berlaku.