PALEMBANG — Euforia Piala Dunia 2026 dijadikan momentum oleh Polda Sumsel untuk merajut kebersamaan dengan berbagai elemen masyarakat. Bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog dan penguatan sinergi antarlembaga.
Dalam suasana santai, para peserta bersama-sama menyaksikan laga antara Meksiko melawan Korea Selatan yang berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Meksiko. Namun, fokus utama acara ini bukanlah hasil pertandingan, melainkan interaksi yang terjalin di antara para peserta.
Karo Logistik Polda Sumsel Kombes Pol Budi Santosa menegaskan bahwa olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan berbagai pihak.
"Kegiatan ini bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, komunikasi, dan sinergi antara Polri dengan seluruh stakeholder. Kami berharap kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Sumatera Selatan," ujarnya.
Acara yang digelar Biro Logistik Polda Sumsel ini dihadiri oleh unsur pemerintahan, dunia usaha, perusahaan daerah, dan perwakilan mahasiswa. Kehadiran lintas sektor ini dinilai penting untuk menciptakan jejaring kerja sama yang solid dalam mendukung situasi keamanan yang kondusif.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menambahkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra bagi masyarakat.
"Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat. Melalui kegiatan positif seperti ini, kami ingin memperkuat hubungan dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan daerah," katanya.
Langkah Polda Sumsel ini menjadi contoh pendekatan kepolisian yang adaptif dengan memanfaatkan momen internasional. Dengan melibatkan sedikitnya 12 stakeholder, kegiatan nobar ini diharapkan mampu membangun kedekatan emosional antara aparat dengan warga, sekaligus memperkuat pesan keamanan secara lebih organik.