BATURAJA — Titik api karhutla di Desa Tihang pertama terpantau melalui Aplikasi SiPongi sekitar pukul 12.24 WIB. Lahan yang terbakar merupakan sisa-sisa ranting hasil tebangan masyarakat yang kemudian memicu api.
Kepala BPBD OKU Januar Efendi menjelaskan, lokasi kebakaran berada di tengah hutan yang sulit dijangkau kendaraan roda empat. Selain medan yang berat, tidak ada sumber air di sekitar lokasi sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa beroperasi.
"Di lokasi juga tidak ada sumber air sehingga pemadaman dilakukan melalui jalur udara," jelas Januar di Baturaja, Senin.
Personel Satgas Karhutla BPBD Provinsi Sumsel mengerahkan helikopter pembom air untuk menyiram titik api dari atas. Proses penyiraman dilakukan sebanyak tiga hingga empat kali.
"Penyiraman air dari udara dilakukan tiga sampai empat kali hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB," ujar Januar.
Dalam kesempatan yang sama, Januar kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan pertanian dengan cara dibakar. Langkah ini untuk mengantisipasi meluasnya karhutla yang berujung pada bencana kabut asap.
"Sosialisasi tentang larangan membuka lahan pertanian dan perkebunan dengan cara dibakar terus kami gencarkan agar masyarakat teredukasi untuk mematuhi aturan tersebut," kata Kepala BPBD OKU Januar Efendi.