SUMATERA SELATAN — Pertandingan di Stadion CenturyLink, Seattle, berjalan sengit sejak menit awal. Bosnia yang tampil agresif kesulitan membongkar pertahanan rapat Qatar hingga babak pertama berakhir tanpa gol. Alajbegovic, yang baru ditarik masuk pada menit ke-60, mengubah segalanya.
Bermula dari umpan silang terukur bek kiri Bosnia, Alajbegovic menyambut bola dengan tendangan voli kaki kiri dari sudut sempit. Bola meluncur deras ke tiang jauh, tak mampu diantisipasi kiper Qatar. Selebrasi liar pemain bernomor punggung 19 itu langsung disambut sorak 40.000 penonton yang memadati stadion.
Statistik mencatat Bosnia mendominasi penguasaan bola hingga 62% dan melepaskan 14 tembakan. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka nyaris pulang dengan tangan hampa. Satu momen genius Alajbegovic menjadi pembeda.
Pelatih Bosnia, Ivica Osim, memuji ketenangan anak asuhnya di momen kritis. "Kerim bukan sekadar pemain muda berbakat. Dia punya insting pembunuh di depan gawang. Itu yang kami butuhkan," ujar Osim dalam konferensi pers usai laga.
Alajbegovic sendiri mengaku tidak menyangka gol perdananya di Piala Dunia datang di laga sepenting ini. "Saya hanya fokus membantu tim. Pelatih bilang 'main bebas', dan itu yang saya lakukan," katanya.
Kemenangan ini membawa Bosnia ke posisi kedua klasemen sementara Grup C dengan tiga poin, di bawah Jerman yang unggul selisih gol. Qatar masih nirpoin di dasar klasemen. Laga selanjutnya melawan Jerman pada pekan depan akan menjadi penentu nasib Bosnia di turnamen.
Ini pertama kalinya Bosnia memenangkan pertandingan di ajang Piala Dunia sejak edisi 2014. Alajbegovic, yang lahir setahun setelah pencapaian itu, kini menjadi simbol harapan baru sepak bola Bosnia.