Bupati OKI Muchendi Dorong Rumah Adat di Anjungan Jakabaring Jadi Pusat Kegiatan Masyarakat dan Promosi UMKM

Penulis: Ferdian Syah  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05:29 WIB
Bupati OKI Muchendi mendorong Rumah Adat di Anjungan Jakabaring menjadi pusat kegiatan masyarakat dan promosi UMKM.

Muchendi menekankan bahwa Rumah Adat OKI harus menjadi "rumah bersama" bagi warganya. Menurutnya, selama ini fungsi anjungan kerap hanya menjadi representasi fisik daerah tanpa aktivitas berkelanjutan.

"Rumah Adat OKI harus menjadi rumah bersama. Tempat masyarakat berkumpul, melestarikan budaya, mempromosikan produk daerah, sekaligus memperkuat identitas dan kebanggaan sebagai warga OKI," ujar Muchendi dalam keterangan yang diterima, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, optimalisasi ini sejalan dengan upaya Pemkab OKI memperluas ruang pelestarian budaya di tengah masyarakat. Anjungan tak hanya untuk pameran, tapi juga pusat seni dan silaturahmi.

Festival Jadi Momentum, Anjungan OKI Sajikan Kuliner hingga Songket

Festival yang diikuti 17 kabupaten dan kota se-Sumsel itu menjadi momentum menghidupkan kembali fungsi anjungan. Di anjungan OKI, pengunjung disuguhi aneka kuliner tradisional khas daerah aliran sungai dan rawa.

Beberapa hidangan yang ditampilkan antara lain gulo puan, serikayo ketan, kerupuk kemplang Kayuagung, kemplang panggang, dan pempek hitam. Produk wastra dan kerajinan unggulan juga dipamerkan, seperti songket Bidak Cukit, batik motif Perahu Kajang, serta anyaman purun Pedamaran.

Ketua Dekranasda Sumsel Feby Herman Deru yang mengunjungi anjungan OKI mengapresiasi upaya pemerintah daerah menampilkan kekayaan budaya lokal. Menurutnya, anjungan punya peran strategis sebagai ruang representasi budaya yang hidup.

Target ke Depan: Promosi UMKM dan Agenda Budaya Rutin

Ke depan, Pemkab OKI menargetkan Rumah Adat OKI di Jakabaring bisa menjadi agenda tetap kegiatan seni dan budaya. Selain itu, ruang tersebut akan difungsikan sebagai etalase permanen produk UMKM binaan Dekranasda OKI.

Muchendi berharap, dengan fungsi baru ini, masyarakat OKI yang berada di Palembang maupun perantau memiliki titik kumpul yang representatif. "Ini juga cara kita memperkuat identitas dan kebanggaan sebagai warga OKI," pungkasnya.

Reporter: Ferdian Syah
Sumber: palpres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top