Polemik Penjaringan Ketua DPC PKB Musi Rawas, DPW Sumsel Buka Suara: Kader Tak Siap Kalah Jangan Ikut Bertarung

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 22:05:29 WIB
DPW PKB Sumsel menegaskan proses penjaringan Ketua DPC Musi Rawas sesuai mekanisme partai.

PALEMBANG — Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (DPW PKB) Sumatera Selatan akhirnya buka suara soal polemik penjaringan calon Ketua DPC di Kabupaten Musi Rawas. Wakil Ketua I DPW PKB Sumsel, Dr HM Antoni Toha, mengaku sudah lama ingin menanggapi isu ini, namun menunggu instruksi dari pimpinan partai pusat.

"Kami akan menanggapi sebaik-baiknya agar kebenaran secara faktual dapat dipertahankan dan disampaikan dengan benar," kata Antoni, Jumat (26/6/2026).

Proses Seleksi Lewat Tim 5 dan Muscab

Antoni menjelaskan, proses penjaringan calon ketua DPC dilakukan melalui Tim 5 yang bertugas menyaring lima hingga tujuh nama terbaik. Menurutnya, ada kader yang tidak lolos seleksi dan tidak menerima hasilnya.

"Kalau tidak siap kalah, jangan ikut bertarung. Setelah tidak terpilih menjadi Ketua DPC seharusnya introspeksi diri mengapa tidak dipercaya oleh DPP," ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan munculnya nama Zulfikar sebagai salah satu kandidat ketua DPC bukan dari Tim 5 DPW, melainkan hasil Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Musi Rawas.

Laporan ke Polda Sumsel Dinilai Tak Berdasar

DPW PKB Sumsel membantah tuduhan adanya kerugian materi yang disampaikan oleh Zulfikar dalam laporannya ke Polda Sumsel. Antoni menyebut pihaknya memiliki bukti bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

"Kami punya bukti bahwa apa yang disampaikan itu tidak benar. Kami juga punya bukti yang bersangkutan mengikuti proses seleksi calon ketua, ditetapkan sebagai salah satu calon ketua di Muscab, dan diundang ke tahap berikutnya yaitu UKK yang dilaksanakan oleh DPP PKB di Palembang," jelasnya.

DPW PKB Sumsel berharap proses hukum berjalan transparan. Jika laporan itu tidak terbukti secara hukum, Antoni menegaskan akan ada konsekuensi bagi pelapor karena dinilai telah merusak nama baik partai.

Arahan DPP: Lapor Balik Jika Tuduhan Tak Terbukti

Antoni menyatakan pihaknya mengapresiasi langkah hukum yang ditempuh Zulfikar sebagai warga negara yang taat hukum. Namun, ia menegaskan jika tuduhan tidak benar, terlapor juga tidak akan tinggal diam.

"Pasal yang dituduhkan sudah jelas. Kita akan lihat unsur-unsur pasal dituduhkan terpenuhi atau tidak. Kan ini juga masih LP, masih sangat dini untuk menyimpulkannya," ujarnya.

DPW juga menyebut ada arahan dari DPP PKB untuk mengambil langkah tegas terhadap pelapor jika tuduhan tersebut terbukti tidak benar. "Kalau tuduhan itu tidak benar, kita akan lapor balik. Arahan DPP demikian, sebagai bentuk shock therapy," tegas Antoni.

Status Kader dan Penyesalan soal Mediasi

Terkait status kader yang bersangkutan, DPW memastikan Zulfikar saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bendahara DPW PKB Sumsel. Belum ada pemecatan, meski namanya sudah tidak masuk dalam usulan pengurus DPC Musi Rawas yang baru.

DPW menyayangkan cara penyelesaian yang dibawa ke ranah publik. Antoni menyebut mediasi sudah dilakukan dan tidak ada lagi kerugian materi yang diderita oleh Zulfikar.

"Harusnya diselesaikan dengan baik. Sudah ada mediasi dan tidak ada kerugian materi. Apa yang diklaim sudah clear. Ini pelajaran bagi semua kader yang bertarung harus bijak. Kejadian membuat semua kader PKB Sumsel menjadi tersinggung, itu yang kami sesalkan," pungkasnya.

Sebelumnya, Zulfikar melaporkan sejumlah petinggi DPW PKB Sumsel ke Polda Sumsel atas dugaan penipuan dan pemerasan. Laporan ini mencuat setelah DPP PKB mengumumkan susunan pengurus baru yang tidak mencantumkan namanya sebagai ketua DPC, meski hasil Muscab sebelumnya telah mengusulkan Zulfikar sebagai salah satu calon.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: halosumsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top