SUMATERA SELATAN — Keputusan pemerintah Amerika Serikat mencabut izin operasi Polestar karena aturan yang melarang teknologi asal China membuat pabrikan milik Geely ini harus hengkang dari pasar AS. Tak seperti merek yang bangkrut, situasi ini disebut dealer sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi di era modern.
Setidaknya satu dealer mengaku sedang dalam proses pembangunan gedung flagship yang mungkin tak akan pernah dipakai. Dealer lain yang enggan disebut namanya mengatakan kepada The Drive, "Kami tidak tahu apa yang kami lakukan. Kami tidak bisa menarik tuas secepat itu!"
Matthew Haiken, presiden dan CEO Prestige Auto Collection Group yang memiliki diler Polestar di New Jersey, menyebut situasi ini sangat rumit. "Saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan dengan gedung saya. Saya rasa tidak ada satu pun dari 32 dealer yang tahu," ujarnya.
Sumber dealer menyebut masih ada sekitar 2.800 unit Polestar 4 yang sedang dalam perjalanan menuju AS. Mobil-mobil ini kemungkinan besar adalah model tahun 2026 yang rencananya akan dijual hingga pertengahan 2027. Tanpa dukungan purna jual yang jelas, dealer pesimistis permintaan konsumen akan tinggi.
"Kami harus menjual mobil ini dengan program sewa termurah dan ambil risiko. Tidak ada selera untuk mobil ini ketika tidak ada merek yang mendukungnya," tambah sumber tersebut.
Volvo, yang juga dimiliki Geely dan sempat satu grup dengan Polestar, disebut sebagai opsi paling realistis untuk menangani servis. Namun, sejak Polestar berdiri sendiri pada 2017, ada aturan ketat yang melarang penjualan mobil Polestar di showroom Volvo. Meski servis bisa dilakukan, showroom harus berada di gedung terpisah.
Haiken menambahkan, "Volvo tidak akan membiarkan kami menjual sisa stok 2026 dari showroom mereka. Tapi setelah mobil itu menjadi bekas, kami bisa menjualnya dari showroom Volvo karena itu bukan pelanggaran perjanjian lisensi."
Polestar Los Angeles yang dikelola Galpin Motors sudah mengumumkan akan memindahkan operasi penjualan ke kampus Galpin Volvo di North Hills mulai 1 Juli 2026. Namun, juru bicara Polestar menyebut langkah ini sudah direncanakan jauh sebelumnya dan tidak terkait larangan penjualan.
Kekhawatiran utama pemilik Polestar adalah ketersediaan suku cadang dan layanan servis di masa depan. Volvo diperkirakan akan menjadi jalur utama perawatan, namun belum ada pernyataan resmi yang mengikat dari kedua perusahaan. Juru bicara Volvo menegaskan kedua perusahaan adalah entitas terpisah dengan jaringan dealer dan perjanjian servis yang berbeda.
Polestar menyatakan akan terus mendukung pelanggan, termasuk menyediakan akses ke jaringan servis. Namun, dealer di Tampa, Austin, dan Miami mengaku belum mendapat arahan jelas dari pusat. Seorang sales di Polestar Miami mengatakan, "Masih banyak rapat dan komunikasi yang harus dilakukan. Kami menunggu rencana aksi turun."