SEKAYU — Program perluasan tenaga kerja lokal Kabupaten Musi Banyuasin ke luar negeri kembali mencatatkan prestasi. Naufal Yudha Utama, alumni BLK Sekayu, resmi diberangkatkan ke Jepang melalui kemitraan dengan PT Fenkai Global Indonesia pada Rabu (1/7/2026). Keberhasilannya menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencetak tenaga kerja berdaya saing global.
Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, menyampaikan ucapan selamat dan pesan motivasi kepada Naufal. Ia menegaskan agar Naufal senantiasa menjaga integritas, kedisiplinan, serta nama baik daerah selama bertugas di Negeri Sakura.
"Keberhasilan Naufal harus menjadi bukti dan pemantik semangat bagi seluruh pemuda Muba bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih karier global," ujar Bupati Toha. Ia menambahkan, kunci suksesnya adalah kemauan kuat untuk belajar dan memanfaatkan program pelatihan kompetensi yang disediakan pemerintah daerah.
Sebelum berangkat, Naufal mengaku bersyukur atas fasilitas gratis yang diterimanya dari Disnaketrans Muba. Ia secara khusus berterima kasih kepada Bupati Toha, Wakil Bupati Abdur Rohman Husen, serta Kepala Disnaketrans Muba Herryandi Sinulingga beserta jajarannya.
"Program Gratis Pelatihan Bahasa Jepang di BLK Sekayu terbukti menjadi jembatan emas bagi masa depan saya," ungkap Naufal dalam keterangannya.
Kepala Disnaketrans Muba, Herryandi Sinulingga, menyebut Naufal adalah bagian dari rangkaian panjang generasi tenaga kerja terampil Muba yang menembus pasar internasional. Sebelumnya, program ini telah sukses memberangkatkan Aprialiansyah yang kini aktif bekerja di Jepang.
Herryandi memaparkan, pihaknya saat ini juga tengah mengawal persiapan keberangkatan tiga alumni BLK Muba lainnya yang masih dalam tahap diklat lanjutan, yaitu Muhammad Rizki Abrorri, Catur Prasetyo Wicaksono, dan Niki Marenzi.
Kadisnakertrans menambahkan, keberangkatan Naufal dan Aprialiansyah harus menjadi motor penggerak bagi rekan-rekan sesama alumni kelas bahasa Jepang di BLK Muba. Pemerintah daerah dipastikan akan terus hadir memfasilitasi talenta lokal agar mampu melangkah maju di panggung dunia.
"Ini bukti bahwa generasi muda Muba 'pacak' asal mau berlatih," tegas Herryandi.