Kebakaran Lahan Gambut di OKI Meluas ke 6 Hektare, Manggala Agni Kerahkan 45 Personel dan Water Bombing

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 19:53:31 WIB
Personel Manggala Agni diperbanyak menjadi 45 orang untuk mempercepat pemadaman kebakaran lahan gambut di OKI.

PALEMBANG — Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di OKI terus diperkuat. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyatakan personel Manggala Agni di lokasi kini ditambah dari 11 orang menjadi 45 orang.

Penambahan personel ini untuk mempercepat pemadaman di lahan yang terbakar sejak Kamis (2/7) lalu. Kondisi angin yang berubah-ubah arah dan asap pekat menjadi tantangan utama di lapangan.

Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Selain personel darat, satuan tugas udara juga dikerahkan. Helikopter water bombing dijadwalkan melakukan operasi pemadaman pada Jumat untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses.

Sebelum penambahan personel Manggala Agni, tim gabungan yang bertugas di lokasi terdiri dari 60 personel Regu Pemadam Kebakaran (RPK) PT PSM, dua personel Polsek Pedamaran Timur, tiga personel TNI, serta tiga anggota Masyarakat Peduli Api (MPA).

Vegetasi Mudah Terbakar di Lahan Gambut

Proses pemadaman diperlambat oleh jenis vegetasi yang terbakar. Lahan seluas enam hektare itu didominasi semak belukar, belidang, tegakan gelam, dan pakis yang sangat mudah terbakar.

"Kebakaran di Pedamaran terjadi di lahan gambut seluas enam hektare. Kondisi angin berubah-ubah arah dan asap cukup pekat. Status api belum padam sehingga masih dibutuhkan pemadaman lanjutan," kata Ferdian Kristanto di Palembang, Jumat.

Patroli Udara Deteksi Titik Api Pertama

Titik api pertama kali terdeteksi melalui patroli udara. Setelah lokasi dipastikan, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan pemadaman. Hingga laporan terbaru, petugas baru berhasil memadamkan api di area sekitar satu hektare.

Ferdian mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar dan api sulit dipadamkan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top