7 Pilihan Harga Tanah dan Rumah Terbaru di Sumatera Selatan per Wilayah Lengkap dengan Kisaran Biaya

Penulis: Ferdian Syah  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 23:26:01 WIB
Harga tanah di pusat Palembang mencapai Rp 15 juta per meter persegi pada Februari 2026.

Sumatera Selatan bukan cuma Palembang. Pergerakan harga properti di provinsi ini mulai bergeser ke kawasan penyangga seiring meluasnya pembangunan infrastruktur tol dan kawasan industri. Data dari konsultan properti lokal dan pengembang perumahan di lapangan menunjukkan perbedaan harga yang signifikan antarwilayah, bahkan antar kelurahan dalam satu kota.

Berikut rincian harga tanah dan rumah terbaru per Februari 2026 di tujuh wilayah utama Sumatera Selatan. Angka-angka ini dikumpulkan dari laporan penjualan langsung pengembang dan agen properti di masing-masing daerah.

1. Palembang Pusat (Kecamatan Ilir Barat I, Ilir Timur I, Kemuning)

Tanah di pusat kota Palembang, khususnya di sekitar Jalan Sudirman dan Jalan Merdeka, masih menjadi yang termahal di Sumatera Selatan. Harga tanah per meter persegi di sini berkisar Rp 8 juta hingga Rp 15 juta untuk kavling komersial.

Untuk rumah tapak baru di kawasan ini, tipe 70/120 di perumahan Grand City Palembang dibanderol mulai Rp 1,2 miliar. Harga tersebut sudah termasuk biaya sertifikat dan IMB. Pengembang mencatat kenaikan 8% dibandingkan semester pertama 2025.

2. Palembang Timur (Kecamatan Sako, Sukarami, Alang-Alang Lebar)

Wilayah ini menjadi favorit para pekerja dan keluarga muda karena akses langsung ke tol Kapal Betung dan pusat perbelanjaan. Harga tanah rata-rata Rp 3,5 juta hingga Rp 5,5 juta per meter persegi.

Perumahan Bumi Ayu Residence di Sukarami menawarkan rumah tipe 45/90 seharga Rp 450 juta. Cicilan per bulan untuk KPR BTN dengan DP 10% sekitar Rp 4,8 juta selama 15 tahun. Stok rumah di kawasan ini habis dalam waktu rata-rata 3 bulan setelah launching.

3. Kabupaten Banyuasin (Kecamatan Banyuasin I, Talang Kelapa, Sembawa)

Banyuasin mencatatkan pertumbuhan harga rumah tertinggi di Sumatera Selatan sepanjang 2025, naik 12% year-on-year. Hal ini dipicu pembukaan kawasan industri Tanjung Api-Api dan relokasi sebagian kantor pemerintahan.

Tanah di Talang Kelapa masih bisa didapat dengan harga Rp 800 ribu hingga Rp 1,5 juta per meter. Rumah tipe 36/60 di Perumahan Griya Talang Indah dijual Rp 275 juta, lengkap dengan sertifikat SHM dan akses jalan aspal.

4. Kota Lubuklinggau (Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan II)

Sebagai kota terbesar kedua di Sumatera Selatan, Lubuklinggau punya pasar properti yang stabil. Harga tanah di pusat kota sekitar Jalan Yos Sudarso berkisar Rp 2 juta hingga Rp 3,5 juta per meter.

Pengembang lokal, PT Bumi Linggau Sejahtera, memasarkan rumah tipe 50/100 di kawasan Simpang Periuk seharga Rp 380 juta. Fasilitas yang ditawarkan meliputi taman bermain anak, pos keamanan 24 jam, dan sumur bor bersama.

5. Kabupaten Ogan Ilir (Kecamatan Indralaya, Pemulutan, Tanjung Raja)

Keberadaan kampus Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Indralaya membuat kawasan ini terus berkembang. Harga tanah di sekitar kampus dan jalan lintas utama mencapai Rp 2 juta per meter persegi.

Rumah kontrakan dengan 2 kamar tidur di Indralaya disewakan Rp 12 juta per tahun. Sementara rumah dijual tipe 36/72 di Perumahan Bukit Indralaya Residence dibanderol Rp 320 juta. Properti di sini banyak dibeli investor untuk dikontrakkan ke mahasiswa dan dosen.

6. Kabupaten Muara Enim (Kecamatan Muara Enim, Lawang Kidul, Tanjung Agung)

Muara Enim mengalami lonjakan permintaan properti dari pekerja tambang batu bara dan sektor perkebunan sawit. Harga tanah di pusat kota Muara Enim berkisar Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta per meter persegi.

Rumah tipe 45/90 di Perumahan Griya Muara Enim Permata dijual Rp 290 juta. Pasar properti di sini cenderung bergerak lambat, dengan rata-rata waktu penjualan 6-8 bulan. Pembeli lebih memilih rumah yang sudah jadi daripada sistem indent.

7. Kabupaten OKU Timur (Kecamatan Martapura, Belitang, Buay Madang)

Martapura sebagai ibu kota OKU Timur menawarkan harga properti yang paling terjangkau di Sumatera Selatan. Tanah di pinggiran kota masih dijual Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu per meter persegi.

Rumah sederhana tipe 36/60 di Perumahan Martapura Indah dibanderol Rp 180 juta. Harga ini sudah termasuk biaya balik nama dan IMB. Pengembang lokal melaporkan bahwa mayoritas pembeli di kawasan ini menggunakan dana tunai bertahap tanpa KPR bank.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa biaya balik nama sertifikat tanah di Sumatera Selatan?
Biaya balik nama di BPN bervariasi tergantung NJOP tanah. Rata-rata biaya di Palembang sekitar 2-5% dari harga transaksi, belum termasuk biaya notaris dan BPHTB.

Apakah lebih murah beli rumah di Palembang atau di Banyuasin?
Banyuasin lebih murah 40-60% untuk luas tanah yang sama. Namun, ongkos transportasi harian ke pusat Palembang perlu diperhitungkan, sekitar Rp 30-50 ribu sekali jalan menggunakan kendaraan pribadi.

Wilayah mana yang paling cepat naik harganya di Sumatera Selatan?
Banyuasin mencatat kenaikan tertinggi sepanjang 2025, diikuti Ogan Ilir. Kedua wilayah ini mendapat dampak langsung dari pembangunan infrastruktur jalan tol dan kawasan industri.

Apakah tanah di Lubuklinggau cocok untuk investasi jangka panjang?
Lubuklinggau punya potensi karena posisinya sebagai pintu masuk ke Sumatera Barat dan Jambi. Kenaikan harga tanah di pusat kota rata-rata 7-10% per tahun dalam 3 tahun terakhir.

Bagaimana cara cek keaslian sertifikat tanah di Sumatera Selatan?
Pembeli bisa mengecek langsung ke kantor BPN setempat dengan membawa nomor hak milik. Biaya pengecekan resmi sekitar Rp 50-100 ribu per sertifikat.

Memilih lokasi properti di Sumatera Selatan tidak bisa hanya berdasarkan harga termurah. Pertimbangkan akses ke jalan utama, ketersediaan air bersih, dan rencana tata ruang wilayah. Data harga di atas bisa berubah setiap bulan tergantung dinamika pasar dan kebijakan pemerintah daerah.

Reporter: Ferdian Syah
Back to top