Forum yang digelar di rumah Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tugumulyo, Mahmudi, itu dihadiri langsung oleh Devi Suhartoni, jajaran pengurus DPC, Fraksi PDI Perjuangan, hingga pengurus ranting dan anak ranting. Dalam diskusi tersebut, kader di tingkat paling bawah menyuarakan keyakinan bahwa kepemimpinan Devi Suhartoni layak ditingkatkan ke level provinsi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas, Yudi Pratama, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin partai untuk menjaring aspirasi dari akar rumput. “Kami berkomitmen bahwa PDI Perjuangan harus tetap turun ke bawah, jangan hanya pada momen pemilu saja. Semua aspirasi dari struktural akan diprioritaskan menjadi program kerja partai di daerah,” ujarnya.
Dorongan untuk Devi Suhartoni tidak lepas dari catatan kepemimpinannya di Kabupaten Muratara. Selama dua periode—periode pertama dan periode kedua yang saat ini berjalan—sejumlah program pembangunan untuk rakyat dinilai telah berhasil dilaksanakan. Para kader menilai pembangunan di Muratara cukup pesat, sehingga daerah tersebut kini diperhitungkan di kancah Sumatera Selatan.
Modal elektoral dari basis akar rumput ini menjadi sinyal politik yang patut dicermati. Musi Rawas dan Muratara merupakan lumbung suara strategis bagi PDI Perjuangan di Sumsel, dan dukungan dari struktur partai di wilayah tersebut dapat memperkuat posisi tawar Devi Suhartoni dalam bursa calon gubernur mendatang.
Meski Pilkada Gubernur Sumsel baru akan digelar pada 2031, manuver politik dari internal partai sudah mulai terlihat. Silaturahmi di Tugumulyo menjadi bukti bahwa mesin partai di tingkat ranting dan anak ranting sudah bergerak lebih awal untuk menjaring aspirasi dan membangun konsolidasi.
Devi Suhartoni sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait dorongan tersebut. Namun, kehadirannya dalam forum akar rumput itu menandakan bahwa ia mendengarkan aspirasi kader di bawah. Langkah selanjutnya akan menjadi penentu apakah dorongan ini akan berujung pada deklarasi resmi atau sekadar wacana awal yang masih menunggu dinamika politik ke depan.