MUARA ENIM — Pembangunan flyover di perlintasan sebidang JPL 123 Muara Enim memasuki fase kritis. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru turun langsung ke lapangan memastikan proyek senilai miliaran rupiah itu tidak molor dari jadwal.
Dalam peninjauan, Herman Deru menerima paparan dari kontraktor pelaksana. Hingga pekan pertama Juli 2026, progres fisik baru mencapai 16 persen. Jembatan layang sepanjang 605 meter ini dirancang menggunakan konstruksi baja dan box girder atas dukungan Kementerian Pekerjaan Umum.
Flyover JPL 123 menjadi prioritas karena perlintasan sebidang di kawasan itu kerap memicu antrean panjang kendaraan. Setiap kali kereta api melintas, arus lalu lintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman tersendat total. Kondisi ini diperparah volume angkutan batu bara yang terus meningkat.
"Sebelumnya Pemprov Sumsel bersama PT KAI, PT Bukit Asam, dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional menyepakati pembangunan flyover di empat titik. Flyover JPL 123 sudah direncanakan lebih dulu karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat," kata Herman Deru dalam keterangannya.
Gubernur menekankan pembangunan flyover bukan sekadar proyek infrastruktur biasa. Ia menjadi penyeimbang antara kelancaran distribusi logistik nasional—khususnya batu bara—dengan aktivitas sehari-hari warga. Tanpa flyover, kemacetan di perkotaan dipastikan semakin parah seiring pengembangan proyek strategis di sektor pelabuhan.
"Logistik batu bara merupakan kebutuhan nasional, tetapi aktivitasnya tidak boleh menghambat mobilitas masyarakat. Jembatan layang menjadi solusi agar perjalanan kereta api dan lalu lintas kendaraan berjalan lancar bersamaan," jelasnya.
Herman Deru meminta proses administrasi dan pekerjaan lapangan berjalan beriringan. Ia menginstruksikan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat mendukung penyelesaian proyek sesuai target.
"Saya berharap seluruh pemangku kepentingan terus bekerja sama sehingga proyek ini selesai tepat waktu. Pemprov Sumsel siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan," tegasnya.
Proyek ini menjadi bagian dari komitmen Pemprov Sumsel mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah Muara Enim yang dikenal sebagai salah satu lumbung batu bara nasional. Jika rampung, flyover JPL 123 diproyeksikan memangkas waktu tempuh kendaraan dan mengurangi titik macam di pusat kota.