SUMATERA SELATAN — Bursa saham Amerika Serikat kembali menguat pada awal pekan ini. Indeks S&P 500 naik 0,72% ke 7.537,43, sementara Nasdaq Composite bertambah 1,12% menjadi 26.121,16. Motor penggerak utama kenaikan adalah saham-saham teknologi yang mendorong State Street Technology Select Sector SPDR ETF (XLK) melonjak hampir 2%.
Lonjakan harga saham Western Digital sebesar 7% dan Teradyne yang naik 2,8% menjadi penopang utama indeks. Saham Marvell Technology dan Oracle juga turut menguat, masing-masing lebih dari 1% dan 2,5%. Di sisi lain, saham Microsoft justru tertekan hampir 1% setelah perusahaan mengumumkan pemutusan hubungan kerja terhadap 4.800 karyawan.
Menariknya, reli ini terjadi di tengah gejolak di sub-sektor semikonduktor. VanEck Semiconductor ETF (SMH) sempat turun 3,2% pada pekan lalu, menandai penurunan dua pekan beruntun. Meski begitu, ETF tersebut masih mencatatkan kenaikan lebih dari 80% sepanjang enam bulan pertama tahun ini dan sudah kembali menguat sekitar 2% pada perdagangan Senin.
Kepala Strategi Pasar Ameriprise Financial Anthony Saglimbene menilai ekspektasi pasar saat ini sudah sangat tinggi. Ia ragu saham-saham teknologi bisa memberikan kenaikan sebesar yang terjadi pada paruh pertama tahun ini. "Kami melihat ekspektasi pasar saat ini sudah sangat tinggi. Karena itu, saya tidak yakin saham-saham ini akan memberikan kenaikan sebesar yang terjadi pada paruh pertama tahun ini," ujarnya dikutip dari CNBC, Selasa (7/7).
Menurut Saglimbene, kepemimpinan pasar ke depan akan bergeser antara saham bertema kecerdasan buatan (AI) dan sektor lainnya. Hal ini bergantung pada kemampuan emiten AI membukukan laba yang solid. Ia menegaskan tidak ada satu kelompok saham pun yang bisa terus menjadi penggerak utama di paruh kedua. "Kuncinya tetap ada pada fundamental perusahaan, pertumbuhan laba, tingkat suku bunga serta pertumbuhan ekonomi. Dan untuk saat ini, semua faktor tersebut masih memberikan latar belakang yang cukup positif," tambahnya.
Di tengah penguatan pasar, saham Dell Technologies mencuri perhatian dengan melonjak lebih dari 4%. Kenaikan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump mempromosikan produk komputer perusahaan tersebut langsung dari Gedung Putih usai membunyikan lonceng pembukaan perdagangan. Sementara itu, investor tetap mencermati pergerakan sektor teknologi yang masih menjadi andalan utama Wall Street.