PALEMBANG — Kota yang dibelah Sungai Musi ini tak hanya terkenal dengan pempek yang sudah mendunia. Saat musim kemarau atau suhu udara sedang tinggi, warga lokal dan wisatawan punya pilihan hidangan tradisional yang mampu memberikan sensasi segar sekaligus menggugah selera. Perpaduan cita rasa gurih, asam, manis, dan pedas menjadi kunci dari kuliner-kuliner ini.
Berikut lima sajian khas Palembang yang dirangkum untuk menemani aktivitas di tengah terik matahari.
Minuman ini menjadi salah satu sajian penutup paling populer di Palembang. Es kacang merah dibuat dari kacang merah yang direbus hingga empuk, lalu disiram sirup merah, susu kental manis, dan es serut. Rasanya manis dengan tekstur kacang yang lembut.
Selain menyegarkan, kacang merah dikenal mengandung serat dan nutrisi yang baik bagi tubuh. Tak heran jika minuman ini selalu menjadi pilihan favorit saat siang hari, baik untuk berbuka puasa maupun pelepas dahaga setelah beraktivitas.
Pindang patin merupakan salah satu ikon kuliner Palembang yang terkenal hingga berbagai daerah. Hidangan ini menyajikan potongan ikan patin segar yang dimasak dalam kuah bening bercita rasa asam dan pedas. Bumbu utamanya adalah cabai, kunyit, dan asam kandis yang memberikan aroma khas.
Kuahnya yang ringan dan segar sangat cocok dinikmati saat cuaca panas. Sensasi pedas dari sambalnya justru bisa memicu keringat dan membuat tubuh terasa lebih bugar.
Meski sudah mendunia, pempek tetap menjadi primadona di kota asalnya. Terbuat dari adonan ikan tenggiri dan sagu, pempek memiliki tekstur kenyal yang khas. Biasanya disajikan dengan kuah cuko berwarna hitam pekat yang terbuat dari gula merah, cabai, dan ebi.
Rasa gurih dari pempek berpadu sempurna dengan rasa asam, manis, dan pedas dari cuko. Kombinasi ini membuat lidah tidak mudah enek meskipun dimakan saat cuaca panas.
Tekwan adalah sup bakso ikan khas Palembang yang terbuat dari campuran daging ikan tenggiri dan tapioka. Bentuknya kecil-kecil, mirip butiran bakso. Kuahnya bening dengan aroma kaldu udang yang kuat, dilengkapi dengan bihun, jamur kuping, dan irisan bengkuang.
Tekstur tekwan yang lembut dan kuahnya yang ringan membuat hidangan ini mudah dicerna. Cocok disantap sebagai menu makan siang yang mengenyangkan tanpa membuat perut terasa berat.
Es campur khas Palembang menjadi pilihan tepat untuk menutup hari. Satu gelas es campur berisi campuran alpukat, nangka, cincau, kolang-kaling, dan tape singkong. Semua bahan disiram susu kental manis dan sirup merah, lalu diberi es serut.
Kombinasi rasa manis dari buah-buahan dan tekstur kenyal dari cincau serta kolang-kaling menciptakan minuman yang sangat menyegarkan. Es campur kerap menjadi andalan warga Palembang untuk melepas dahaga di tengah teriknya musim panas.