Pemkot Palembang Beri Penghargaan untuk Program Bayar SPP Pakai Sampah, 153 Siswa Terbantu

Penulis: Fakhrudin Akbar  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 16:41:31 WIB
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyerahkan penghargaan kepada Bank Sampah Indonesia Legacy atas Program Bayar SPP dengan Sampah.

PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyerahkan langsung penghargaan kepada Bank Sampah Indonesia Legacy, pengelola Program Bayar SPP dengan Sampah. Penghargaan itu diberikan atas model pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan pengelolaan lingkungan, pendidikan, dan ketahanan pangan dalam satu ekosistem.

General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar menyebut penghargaan ini menjadi pengakuan atas program yang dikembangkan Yayasan Qur'anic Farm Indonesia bersama Bank Sampah Indonesia Legacy. Menurutnya, program tersebut menjawab dua persoalan sekaligus: sampah dan akses pendidikan.

Skema Bayar SPP: Setor Sampah Organik, Bukan Uang Tunai

Melalui skema ini, siswa cukup menyetorkan sampah organik dari rumah sebagai pengganti biaya pendidikan. Sampah yang terkumpul kemudian diolah menjadi kompos, Nutrisi Organik Cair (NOC), dan barang bernilai guna. Hasil penjualannya digunakan untuk mendukung operasional pendidikan.

Hingga kini, program tersebut telah melibatkan sekitar 150 kepala keluarga. Selain membantu biaya sekolah, program ini juga mengurangi volume sampah organik yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir.

Dipadukan dengan Program Santri Mandiri Pangan

Program Bayar SPP dengan Sampah dipadukan dengan Program Santri Mandiri Pangan. Integrasi ini mengajarkan pendidikan karakter, pertanian terpadu, dan pengelolaan lingkungan. Para santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga dibekali keterampilan memproduksi pangan secara mandiri melalui pupuk organik hasil pengolahan sampah.

"Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pembinaan berkelanjutan PLN UID S2JB melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL)," ungkap Diksi Erfani Umar dalam keterangan tertulis, Rabu.

Dukungan PLN: Dari Fasilitas Pengolahan hingga Gerobak Listrik Sampah

Sejak 2025, PLN mendukung penguatan kapasitas Bank Sampah Indonesia Legacy melalui pembangunan fasilitas pengolahan, penyediaan peralatan operasional, pelatihan sumber daya manusia, hingga pengembangan program ekonomi sirkular berbasis masyarakat.

Pada 2026, dukungan diperluas melalui Program Energi dari Sampah Terangi Pendidikan Negeri. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengolahan sampah plastik menjadi produk konstruksi ramah lingkungan seperti paving block, batu bata plastik, dan genteng. Produk-produk itu akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan sarana pendidikan.

PLN juga mengembangkan Gerobak Listrik Sampah (GELIS), memperluas area pengolahan, serta meningkatkan kompetensi pengelola agar manfaat ekonomi dan sosial yang dihasilkan semakin luas.

"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan menghasilkan dampak berkelanjutan ketika masyarakat menjadi pelaku utama perubahan," ujarnya.

Sampah Bukan Sekadar Masalah Lingkungan, tapi Pintu Solusi Sosial

Direktur Qur'anic Farm Indonesia, Denny Satria Mandala Putera, menambahkan bahwa penghargaan dari Pemkot Palembang merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat, relawan, guru, santri, dan para mitra yang konsisten membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan.

"Sejak awal kami percaya bahwa sampah bukan sekedar persoalan lingkungan, tetapi pintu masuk untuk menyelesaikan persoalan sosial," kata dia.

Menurutnya, penghargaan itu mempertegas posisi Bank Sampah Indonesia Legacy sebagai salah satu model pemberdayaan berbasis ekonomi sirkular yang mampu menghadirkan manfaat nyata. Program tersebut kini tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi lingkungan, penguatan ketahanan pangan, dan pembiayaan pendidikan.

"Program ini mulai menarik perhatian berbagai sekolah, komunitas, instansi pemerintah, hingga perusahaan untuk direplikasi," ujarnya.

Reporter: Fakhrudin Akbar
Sumber: sumsel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top