Peristiwa nahas itu bermula saat Ipan bersama rekan-rekannya tengah memperbaiki perahu jukung di perairan Desa Mukut, Pulau Rimau. Ia diduga melompat ke sungai sebelum akhirnya disambar oleh seekor buaya. Rekan korban yang melihat kejadian itu panik dan langsung berusaha melakukan pencarian secara mandiri, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya dilaporkan ke tim SAR.
Tim gabungan yang terdiri dari unsur SAR, kepolisian, dan warga setempat menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet dan peralatan pendukung lainnya. Pencarian berlangsung sejak hari pertama laporan diterima. Jasad Ipan akhirnya ditemukan mengambang pada jarak sekitar 450 meter dari titik awal kejadian pada Kamis sore.
"Korban sudah ditemukan dan dibawa ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses identifikasi. Dari dugaan awal, korban diterkam buaya," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Jumat (10/7/2026).
Meski dugaan kuat mengarah pada serangan buaya, pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti kematian Ipan. Nandang menjelaskan bahwa saat ini proses pemeriksaan medis dan pendalaman keterangan para saksi masih terus dilakukan oleh penyidik.
"Untuk penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pendalaman penyidik melalui keterangan para saksi," bebernya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perairan yang dikenal sebagai habitat buaya. Polda Sumsel mengimbau warga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berada di sungai atau rawa yang menjadi tempat tinggal satwa liar tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di kawasan perairan yang diketahui menjadi habitat satwa liar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan," jelas Nandang.