PALEMBANG — Jembatan Ampera, ikon kebanggaan Kota Palembang, akan menjadi panggung perhelatan budaya berskala nasional pada pertengahan tahun depan. Rencananya, parade busana adat dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional itu digadang-gadang mampu memecahkan rekor MURI sebagai Parade Kebaya ke-III pada tahun 2026.
Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengungkapkan bahwa pergelaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Hal ini disampaikannya usai menerima audiensi dari pengurus PIM Sumsel, Jumat (10/7/2026).
Menurut Sulaiman, parade akan dipadukan dengan momentum Car Free Day (CFD). Ratusan peserta direncanakan berjalan kaki melintasi Jembatan Ampera dengan mengenakan kebaya khas yang anggun.
"Kami ingin menjadikan momen ini tidak hanya sebagai ajang pencatatan rekor, tetapi juga sebagai penguatan identitas budaya," ujarnya.
Kendati antusiasme tinggi, skema pelaksanaan kegiatan masih harus dimatangkan lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait. Pasalnya, pada waktu yang bersamaan, kawasan pusat kota tersebut juga akan menjadi lokasi agenda besar lainnya.
Beberapa agenda yang akan berlangsung secara simultan di antaranya zikir bersama masyarakat Kota Palembang, sosialisasi, dan edukasi religi yang melibatkan para ulama, habib, serta ustaz setempat.
Sulaiman Amin menambahkan, koordinasi lanjutan yang intensif sangat diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan, baik parade budaya maupun agenda keagamaan, dapat berjalan dengan tertib, aman, dan saling mendukung satu sama lain.
"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun pihak yang dirugikan. Justru kedua kegiatan ini bisa saling melengkapi dan memperkuat citra Palembang sebagai kota yang religius sekaligus kaya akan tradisi," pungkasnya.