Parade Kebaya di Jembatan Ampera Palembang Targetkan Rekor MURI 2026, Berdampingan dengan Zikir Akbar

Penulis: Syaiful Bahri  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 21:44:01 WIB
Ratusan peserta parade kebaya bersiap melintasi Jembatan Ampera dalam rangka Hari Kebaya Nasional 2026.

PALEMBANG — Jembatan Ampera, ikon kebanggaan Kota Palembang, akan menjadi panggung perhelatan budaya berskala nasional pada pertengahan tahun depan. Rencananya, parade busana adat dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional itu digadang-gadang mampu memecahkan rekor MURI sebagai Parade Kebaya ke-III pada tahun 2026.

Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengungkapkan bahwa pergelaran tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026. Hal ini disampaikannya usai menerima audiensi dari pengurus PIM Sumsel, Jumat (10/7/2026).

Ratusan Peserta Diprediksi Melintasi Jembatan Ampera

Menurut Sulaiman, parade akan dipadukan dengan momentum Car Free Day (CFD). Ratusan peserta direncanakan berjalan kaki melintasi Jembatan Ampera dengan mengenakan kebaya khas yang anggun.

"Kami ingin menjadikan momen ini tidak hanya sebagai ajang pencatatan rekor, tetapi juga sebagai penguatan identitas budaya," ujarnya.

Apa yang Membuat Acara Ini Berbeda?

Kendati antusiasme tinggi, skema pelaksanaan kegiatan masih harus dimatangkan lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait. Pasalnya, pada waktu yang bersamaan, kawasan pusat kota tersebut juga akan menjadi lokasi agenda besar lainnya.

Beberapa agenda yang akan berlangsung secara simultan di antaranya zikir bersama masyarakat Kota Palembang, sosialisasi, dan edukasi religi yang melibatkan para ulama, habib, serta ustaz setempat.

Koordinasi Ketat untuk Dua Agenda Besar

Sulaiman Amin menambahkan, koordinasi lanjutan yang intensif sangat diperlukan agar seluruh rangkaian kegiatan, baik parade budaya maupun agenda keagamaan, dapat berjalan dengan tertib, aman, dan saling mendukung satu sama lain.

"Kami ingin memastikan tidak ada satu pun pihak yang dirugikan. Justru kedua kegiatan ini bisa saling melengkapi dan memperkuat citra Palembang sebagai kota yang religius sekaligus kaya akan tradisi," pungkasnya.

Reporter: Syaiful Bahri
Sumber: sumselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top