SEKAYU — Ketua Dekranasda Muba, Hj Patimah Toha, tidak hanya menghadiri syukuran HUT Dekranas ke-46 di Makassar. Ia juga membawa pesan optimisme untuk daerahnya. Jika Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah tahun depan, Patimah memastikan Kabupaten Musi Banyuasin siap ambil bagian.
“Apabila Sumatera Selatan ditunjuk sebagai tuan rumah HUT Dekranas, kami di Dekranasda Kabupaten Musi Banyuasin siap mendukung dan ikut menyukseskan pelaksanaannya. Ini akan menjadi peluang besar untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulan daerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujar Patimah dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (11/7).
Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran, menegaskan bahwa penyelenggaraan HUT Dekranas setiap tahun akan terus dievaluasi. Tujuannya agar kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah penyelenggara.
Menurutnya, perayaan tahunan ini terbukti mampu mendorong perputaran ekonomi. Beberapa sektor yang diuntungkan antara lain UMKM, perdagangan, pariwisata, hingga perhotelan. Semua itu berkontribusi langsung pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).
Bagi Patimah, ajang nasional bukan sekadar seremoni. Ia melihat ada peluang kolaborasi dan investasi yang bisa diraih para perajin. Produk-produk unggulan daerah, seperti songket, batik, atau anyaman khas Muba, bisa mendapatkan pasar yang lebih luas.
“Ini bukan hanya pameran. Ini pintu masuk untuk jaringan bisnis yang lebih besar,” kata Patimah yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Muba.
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Muba didampingi Sekretaris TP PKK Muba Mitasari Ulfah, Bendahara TP PKK Fitri Yulisa, Kabid KMD dan Sosbud Dinas PMD Muba Zulkurniawan, serta perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muba.
Hingga saat ini, keputusan resmi mengenai tuan rumah HUT Dekranas tahun depan masih menunggu evaluasi dan penetapan dari Dekranas pusat. Namun, sinyal dukungan dari daerah, termasuk Muba, mulai menguat. Jika Sumsel terpilih, ini akan menjadi kali pertama provinsi tersebut menjadi tuan rumah perayaan akbar perajin nasional.