OGAN ILIR — Luas lahan yang terbakar di kawasan Indralaya Utara diperkirakan mencapai 15 hektare. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menyebut angka itu masih estimasi kasar karena kondisi di lokasi sudah gelap saat pendataan dilakukan.
Lahan yang terbakar didominasi semak belukar yang mengering akibat cuaca panas. Kondisi ini membuat api cepat menjalar dan memperluas area terdampak. "Angin yang kencang juga menyulitkan tim," ujar Ferdian, Senin (13/7).
Proses pemadaman tidak hanya mengandalkan personel darat. Helikopter water bombing terlihat lalu lalang dari arah Ogan Ilir untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses. Satuan tugas darat juga turut membantu pengendalian kobaran api di Desa Lorok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai penyebab kebakaran. Petugas masih memfokuskan upaya pada pengendalian api agar tidak meluas ke area pemukiman atau lahan produktif warga.
Di lokasi terpisah, karhutla yang terjadi di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, dinyatakan berhasil dipadamkan. "Api sudah clear padam. Estimasi luasan yang terbakar sekitar 3 hektare," ungkap Ferdian.
Keberhasilan pemadaman di Tanjung Seteko menjadi catatan penting bagi tim gabungan yang masih bekerja di Desa Lorok. Personel Manggala Agni terus melakukan pemantauan untuk memastikan kobaran api tidak kembali membesar, terutama jika kondisi angin berubah drastis dalam beberapa jam ke depan.