Prancis Datang dengan Wajah Baru di Semifinal Piala Dunia 2026 Usai Dua Kali Dipermalukan Spanyol

Penulis: Darmawan Iskandar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 01:13:31 WIB
Pelatih Didier Deschamps memimpin latihan timnas Prancis menjelang semifinal Piala Dunia 2026 melawan Spanyol di Dallas, Amerika Serikat.

SUMATERA SELATAN — Pertemuan Spanyol dan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026 di Dallas, AS, bukan sekadar ulangan laga klasik. Ini adalah ujian sesungguhnya bagi proyek renovasi tim yang dijalani Les Bleus sejak dua tahun terakhir. Kekalahan 1-2 di Euro 2024 dan 4-5 di Nations League 2025 menjadi tamparan keras yang memicu perubahan fundamental.

Kekalahan Beruntun yang Mengubah Segalanya

Pada semifinal Euro 2024, Prancis sempat unggul lebih dulu lewat Randal Kolo Muani. Namun, gol Lamine Yamal dan Dani Olmo membalikkan keadaan sebelum babak pertama usai. Kylian Mbappe mengakui keunggulan lawan saat itu. "Mereka bermain dengan baik dan kami tidak cukup bagus. Kami harus bangkit," ujarnya.

Didier Deschamps langsung mengambil tanggung jawab. "Tanggung jawab ada pada saya. Kami harus tampil pada level terbaik, tetapi hari ini kami sedikit berada di bawah standar itu," kata pelatih berusia 56 tahun itu. Hasil itu membuka evaluasi menyeluruh terhadap pendekatan taktik tim.

Dari 4-3-3 ke 4-2-3-1: Wajah Baru Lini Depan

Deschamps mulai membangun tim baru dengan meninggalkan formasi 4-3-3 yang sudah usang. Sejumlah pemain senior perlahan hengkang, digantikan wajah-wajah muda seperti Michael Olise dan Desire Doue. Mereka kini menjadi pilar di lini depan bersama Mbappe dan Ousmane Dembele.

Perubahan itu mulai terlihat saat UEFA Nations League 2025. Meski kalah 4-5, Prancis mencatatkan 24 tembakan berbanding 16 milik Spanyol. Les Bleus lebih berani menguasai permainan, sesuatu yang jarang terlihat di era Deschamps sebelumnya.

Pertahanan Kokoh: Hanya Kebobolan Satu Gol di Piala Dunia 2026

Perkembangan signifikan justru terjadi di sektor pertahanan. Sepanjang Piala Dunia 2026, Prancis hanya kebobolan satu gol dalam lima pertandingan. Organisasi lini belakang jauh lebih solid dibanding dua tahun lalu. Kontribusi kolektif pemain depan dalam menekan lawan juga meningkat drastis.

"Ada banyak hal positif. Kami menciptakan banyak peluang, bahkan lebih banyak daripada lawan, tetapi mereka jauh lebih efektif. Saya memiliki tim muda, dan pengalaman ini akan sangat berguna," ujar Deschamps menilai proses perkembangan tim.

Semifinal: Ujian Terbesar bagi Proyek Renovasi Deschamps

Spanyol datang sebagai tim paling konsisten di turnamen besar. Namun, Prancis yang kini hadir bukanlah tim yang sama seperti di Euro 2024. Kegagalan di dua semifinal sebelumnya telah menjadi bekal berharga. Semifinal nanti menjadi panggung pembuktian bahwa transformasi yang dijalani Les Bleus bukan sekadar wacana.

Reporter: Darmawan Iskandar
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top