Bisnis Batu Bara dan Mineral Dorong Pendapatan SUCOFINDO Tembus 104,2% dari Target di 2025

Penulis: Khairul Anwar  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 10:41:31 WIB
Pendapatan SUCOFINDO pada 2025 mencapai 104,2 persen dari target, didorong sektor batu bara, energi terbarukan, dan mineral.

SUMATERA SELATAN — Sepanjang 2025, SUCOFINDO membukukan pendapatan yang melampaui ekspektasi. Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC) ini mengandalkan tiga sektor utama sebagai kontributor terbesar: batu bara, energi terbarukan, dan mineral.

Direktur Utama SUCOFINDO Sandry Pasambuna menyebut capaian ini bukan sekadar keberhasilan finansial. “Pencapaian target yang telah ditetapkan menjadi cerminan kepercayaan yang diberikan kepada SUCOFINDO sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan berbagai sektor usaha di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Transformasi BUMN Berbuah Laba di Atas Target

Chief Operating Officer Danantara/Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria mengaitkan perbaikan kinerja ini dengan perubahan tata kelola perusahaan. “Sejak pembentukan Danantara 2025, perubahan dan transformasi bisnis yang dilakukan BUMN membawa perbaikan kinerja yang positif. Secara akumulatif, kinerja seluruh BUMN bahkan sukses melampaui target RKAP,” jelas Dony.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola, transformasi bisnis, dan pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor pendorong utama. “Kehadiran Danantara dan BP BUMN berhasil membawa model bisnis, operasi, dan budaya kerja baru bagi BUMN menuju top performance,” katanya.

Dalam laporan tahun buku 2025, SUCOFINDO tidak hanya mencatat pendapatan 104,2% dari tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga mencapai 100,7% dari target RKAP 2025.

Efisiensi Teknologi dan Optimalisasi Wilayah

Sandry menjelaskan, pihaknya terus menggenjot pertumbuhan melalui optimalisasi wilayah operasional di seluruh Indonesia. Penguatan kapabilitas sumber daya manusia dan efisiensi proses bisnis juga menjadi fokus utama.

Salah satu jurus efisiensi yang dijalankan adalah pemanfaatan teknologi. “Pemanfaatan teknologi menjadi fokus kami dalam menjalankan program efisiensi sehingga proses bisnis dapat berlangsung lebih efektif, produktif, dan mampu menekan biaya operasional tanpa mengurangi kualitas layanan,” ujar Sandry.

Ke depan, SUCOFINDO berencana memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan layanan. Sandry optimistis langkah ini akan mendukung agenda pembangunan nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Reporter: Khairul Anwar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top