MUSI RAWAS UTARA — Jalan hauling batu bara di Muratara kembali menelan korban jiwa. Dodi Saputra (25), sopir dump truck PT MJR, ditemukan tewas di lokasi setelah kabin truknya ringsek parah akibat menabrak bak belakang dump truck lain. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di ruas jalan Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir.
Berdasarkan keterangan polisi, Dodi dan rekannya, Milan (30), sama-sama mengemudikan dump truck bermuatan batu bara. Keduanya melaju beriringan dari Desa Ketapat Bening menuju Desa Macang Sakti, Kabupaten Musi Banyuasin.
Diduga, kabut debu yang sangat pekat di sepanjang jalan hauling membuat jarak pandang Dodi terbatas. Dalam kondisi tersebut, truk yang dikemudikannya oleng dan menabrak bak belakang kendaraan Milan yang berada di depannya. Benturan keras membuat bagian depan truk korban hancur dan menjepit tubuh Dodi di dalam kabin.
Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama melalui Kapolsek Rawas Ilir, IPTU Andri Firmansyah, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan sesama dump truck milik PT MJR. Satu orang meninggal dunia, yakni Dodi Saputra, karena terjepit di dalam kabin kendaraan,” ujar Andri, Selasa (14/7/2026).
Personel Polsek Rawas Ilir yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kedua kendaraan melaju searah dengan membawa muatan batu bara dari Ketapat Bening menuju Macang Sakti. “Korban berada di belakang kendaraan yang dikemudikan Milan. Diduga karena kabut debu yang cukup tebal mengganggu jarak pandang,” jelasnya.
Kecelakaan di jalan hauling PT Musi Mitra Jaya ini bukan yang pertama. Jalan yang digunakan untuk mengangkut batu bara dari lokasi tambang ke titik pengiriman kerap dikeluhkan warga karena debu tebal yang mengganggu visibilitas pengemudi. Kondisi ini diperparah dengan volume lalu lintas truk besar yang padat setiap harinya.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, jenazah Dodi Saputra telah dievakuasi ke RSUD Rupit untuk proses lebih lanjut. Milan, rekan korban yang selamat, juga masih dimintai keterangan sebagai saksi kunci. Kasus ini menjadi pengingat akan urgensi pengelolaan keselamatan dan pengendalian debu di jalur hauling perusahaan tambang di Sumatera Selatan.