PALEMBANG — Sebanyak 575 titik api melalap hutan dan lahan di Sumatera Selatan sejak awal tahun hingga 27 Juli 2026. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) KLHK, luas area yang terbakar mencapai 664,87 hektare.
Kabupaten Musi Banyuasin memuncaki daftar dengan 79 kejadian, disusul Ogan Ilir 77 kejadian, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 74 kejadian. Banyuasin mencatat 71 kejadian, Ogan Komering Ilir (OKI) 60 kejadian, serta Muara Enim 53 kejadian.
Di level kecamatan, Kecamatan Rantau Bayur, Banyuasin, menjadi wilayah paling rawan dengan 51 kejadian. Disusul Indralaya Utara di Ogan Ilir (30 kejadian), serta Sungai Keruh di Musi Banyuasin dan Talang Ubi di PALI yang masing-masing 22 kejadian.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyebut delapan wilayah masuk kategori zona rawan dengan lebih dari 30 kejadian. Selain Musi Banyuasin dan Ogan Ilir, daerah itu meliputi Banyuasin, OKI, Muara Enim, Musi Rawas Utara, PALI, dan Kota Palembang.
“Secara keseluruhan hingga 27 Juli 2026 tercatat 575 kejadian karhutla di Sumatera Selatan dengan indikasi luas lahan terbakar mencapai 664,87 hektare,” kata Sudirman di Palembang, Selasa.
Pada Senin (27/7), teridentifikasi 15 kejadian baru yang tersebar di enam daerah. OKI mencatat lima kejadian, Musi Banyuasin empat kejadian, Ogan Ilir tiga kejadian, serta masing-masing satu kejadian di Banyuasin, Kota Palembang, dan Muara Enim.
Hingga berita ini diturunkan, beberapa lokasi di Kabupaten Banyuasin dan OKI masih dalam proses pemadaman. Tim darat dikerahkan bersama helikopter water bombing milik BNPB untuk menjangkau titik-titik yang sulit diakses.
Selain delapan zona utama, daerah seperti Musi Rawas Utara dan Kota Palembang masing-masing mencatat 32 kejadian. OKU tercatat 26 kejadian, OKU Timur 24 kejadian, Musi Rawas 17 kejadian, dan Kota Prabumulih 15 kejadian. Sementara Lahat mencatat tujuh kejadian, serta Lubuklinggau, Empat Lawang, dan OKU Selatan masing-masing dua kejadian.