SUMATERA SELATAN — Jakarta — Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali menegaskan visinya membangun ekosistem sepak bola Indonesia yang mandiri secara bisnis. Ia menilai kualitas kompetisi hanya akan meningkat bila seluruh pemangku kepentingan bergerak bersama, mulai dari operator liga, klub, penyiar, hingga suporter.
Menurut Erick, tidak mungkin membangun liga yang besar jika klub-klub di dalamnya kesulitan secara finansial. Justru sebaliknya, perbaikan kualitas manajemen klub akan berimbas langsung pada peningkatan pendapatan.
“Karena tidak mungkin kita membangun liga tetapi klub-klubnya tidak sehat. Dengan kualitas klub yang diperbaiki, bisa berimbas pada pendapatannya yang naik,” ujar Erick kepada wartawan termasuk tvrinews.com di Jakarta, Selasa (1/9).
Erick menekankan perlunya mengubah cara pandang terhadap olahraga, khususnya sepak bola. Ia menilai sektor ini kerap diposisikan sebagai beban anggaran, padahal potensinya jauh lebih besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
“Jadi saya selalu mendorong, bahwa olahraga ini bukan biaya, tetapi olahraga ini investasi. Investasi yang menghasilkan pendapatan untuk banyak pihak. Makin banyak klub yang sehat, liganya makin kompetitif, dan penontonnya makin banyak,” tuturnya.
Di samping persoalan finansial, Erick menyoroti dua aspek teknis yang masih perlu diperkuat. Ia menyebut akurasi kepemimpinan wasit dan konsistensi klub dalam menampilkan permainan terbaik di setiap laga sebagai faktor penentu daya saing liga di tingkat internasional.
Menurutnya, kolaborasi semua pihak dalam ekosistem sepak bola adalah fondasi utama. “Kita ini negara sepak bola, artinya kita tidak mungkin membangun sepak bola ini secara sendiri-sendiri. Stakeholder harus jadi satu, liganya harus bersih,” kata Erick.
Erick menyebut pendapatan liga dan klub menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Ia optimistis pemerataan kekuatan antarklub akan menambah nilai ekonomi kompetisi sekaligus memperbaiki peringkat liga Indonesia di mata dunia.
Ia berharap hadirnya lebih banyak klub yang sehat secara finansial dapat membuat persaingan semakin ketat, meningkatkan jumlah penonton, dan pada akhirnya memperkuat posisi sepak bola Indonesia di kancah global.